Peran Program ELF RELO dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Unpatti

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews. Id, Maluku – Universitas Pattimura (Unpatti) kembali menjadi tuan rumah bagi program English Language Fellow (ELF) dari Regional English Language Office (RELO) yang merupakan bagian dari upaya kerja sama diplomasi antara Amerika Serikat dan Indonesia. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, termasuk di Ambon.

Dalam wawancara di Lobi Manise Hotel pada Senin (3/02/25), Patrick Elisa Tuasela, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Unpatti yang juga menjadi counterpart ELF, menjelaskan bahwa, kehadiran Melanie Taylor Gobert, D.Ed, sebagai ELF di Unpatti merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.

“Kehadiran ELF memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar langsung dari penutur asli bahasa Inggris. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari kerja sama diplomasi antara Amerika Serikat dan Indonesia yang tidak hanya berlangsung di Unpatti, tetapi juga di berbagai kampus di Indonesia dan beberapa negara lain di dunia,” ujar Patrick.

Unpatti sendiri telah beberapa kali menjadi host untuk program ELF RELO. Tahun ini, Unpatti kembali mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah untuk ELF ke-5 atau ke-6. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut guna memperkuat kemampuan bahasa Inggris di lingkungan akademik, tidak hanya di Unpatti tetapi juga di perguruan tinggi lain di Ambon, seperti IAIN Ambon, IAKN Ambon, dan Politeknik Negeri Ambon.

Patrick juga menyampaikan bahwa, program yang dijalankan oleh Melanie Taylor Gobert mencakup berbagai pelatihan dan workshop bagi para pengajar bahasa Inggris. Salah satu rencana strategis yang sedang dikembangkan adalah pembentukan komunitas TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) Ambon, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru bahasa Inggris di wilayah tersebut.

Selain pelatihan bagi tenaga pengajar, program RELO juga membuka peluang bagi mahasiswa dan pelajar Maluku untuk mengakses berbagai program pendidikan di Amerika Serikat, seperti KL-Yes untuk siswa SMA, YSEALI Academic untuk mahasiswa, serta YSEALI PFP untuk profesional. Selain itu, ada juga beasiswa Fulbright Scholarship yang memberikan kesempatan studi lanjut di Amerika Serikat.

Salah satu program menarik yang saat ini sedang dijalankan adalah Micro Access Scholarship, yang ditujukan bagi siswa SMA dan mahasiswa dari latar belakang ekonomi kurang mampu tetapi memiliki minat dan kemampuan dalam bahasa Inggris. Program ini sepenuhnya didanai oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan bertujuan untuk memperkaya serta memperkuat keterampilan bahasa Inggris para peserta.

Sebagai bagian dari program ini, Melanie Taylor Gobert dan timnya baru saja mengikuti konferensi selama lima hari di Jakarta, di mana seluruh ELF dari kawasan Asia serta para pengajar akses di Indonesia berkumpul untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai pengajaran bahasa Inggris.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Terima Tuntutan Massa OKP: Desak Revisi Kebijakan Pusat yang Dinilai Rugikan Daerah Kepulauan

Patrick Elisa Tuasela berharap bahwa, kerja sama antara RELO dan Unpatti dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan di Ambon serta Maluku secara umum.

Sementara itu, Melanie Taylor Gobert, seorang English Language Fellow (ELF) yang ditugaskan oleh United States Department of State, menekankan pentingnya program pertukaran bahasa dan budaya dalam mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga memperkenalkan budaya Amerika, yang memainkan peran vital dalam diplomasi internasional.

“United States Department of State adalah kementerian luar negeri kami, dan salah satu pilar utamanya adalah menyebarkan bahasa Inggris dan budaya Amerika,” ujar Gobert.

Ia menjelaskan bahwa, program yang dilaksanakan di Indonesia, termasuk di unpatti Ambon ini, merupakan bagian dari upaya besar Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam mendukung pendidikan dan diplomasi budaya.

Gobert, yang saat ini bertugas di Universitas Pattimura (Unpatti), juga aktif di American Corner Ambon, pusat informasi yang didanai oleh Departemen Luar Negeri AS. Di sini, masyarakat dapat mengakses berbagai peluang beasiswa ke Amerika Serikat, termasuk Fulbright Scholarship Program dan Y.C. Lee Scholarship Program. Selain itu, American Corner Ambon juga menjadi tempat bagi pengajaran bahasa Inggris melalui asisten pengajar yang ditempatkan di berbagai sekolah menengah di Indonesia dan seluruh dunia.

“Selain ada pengajar dari Amerika yang datang ke Indonesia, ada juga orang Indonesia yang pergi ke Amerika untuk belajar dan bekerja, sekaligus mendalami bahasa dan budaya di sana,” tambahnya.

Gobert berharap melalui program ini, semakin banyak mahasiswa dan masyarakat Ambon yang memanfaatkan kesempatan belajar dan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris mereka, yang pada gilirannya dapat membuka lebih banyak peluang global di masa depan.

Melanie Taylor Gobert berbagi pengalaman dan fokus penelitiannya selama berada di Indonesia. Program ELF yang didukung oleh Regional English Language Office (RELO) memberikan kesempatan baginya untuk berkontribusi dalam pengembangan pendidikan bahasa Inggris, terutama dalam pelatihan guru dan riset pendidikan.

Sejak kedatangannya di Unpatti, Melanie telah bekerja dengan dua kelompok utama: guru bahasa Inggris yang sedang belajar (pre-service) dan yang sudah berpengalaman (in-service).

Baca Juga :  TP PKK Kota Ambon Gencarkan Edukasi Pola Asuh dan Dukungan Gizi untuk Tekan Angka Stunting

“Selama saya di UnPati, saya bekerja dengan guru-guru bahasa Inggris baik yang masih dalam pelatihan maupun yang sudah berpengalaman. Saya mengajar beberapa kelas dalam program pelatihan guru bahasa Inggris dan beberapa kelas di program magister pengajaran bahasa Inggris,” ungkapnya.

Selain itu, Melanie juga terlibat dalam dua kelas penelitian kualitatif untuk mendalami topik-topik pendidikan yang relevan dengan kebijakan pemerintah Indonesia.

“Indonesia, melalui Pemerintah, sangat mendukung adanya penelitian dalam bidang pendidikan,” ujar Melanie. Ia menekankan, pentingnya penelitian untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia.

Selama semester ini di Unpatti Ambon,  Melanie fokus pada pengajaran dan penelitian, dengan rencana untuk meluncurkan program membaca ekstensif pada semester depan.

“Program ini tidak hanya akan dilaksanakan di Universitas Pattimura, tetapi juga akan terbuka untuk masyarakat luas, dan kemungkinan besar akan dijalankan melalui ruang-ruang Amerika,” jelasnya.

Program membaca ekstensif bertujuan, untuk mendorong peserta membaca tidak hanya untuk ujian, tetapi untuk menikmati buku, novel, dan cerita dalam bahasa Inggris, yang dapat meningkatkan keterampilan bahasa mereka.

“Seperti halnya orang Indonesia yang seringkali lebih mahir dalam bahasa Indonesia ketika mereka banyak membaca, demikian juga dalam bahasa Inggris,” kata Melanie.

Ia percaya bahwa, dengan banyak membaca, kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris dapat berkembang pesat.

Melanie juga berencana untuk melakukan penelitian tentang efektivitas program membaca ini, yang sebelumnya telah berhasil dilaksanakan di universitas tempat Melanie bekerja di Uni Emirat Arab, dan diadopsi oleh universitas lain di sana.

Dalam penelitian, Melanie tertarik untuk menggali lebih dalam fenomena ketidakpercayaan diri yang dialami banyak orang Indonesia saat berbicara dalam bahasa Inggris. Ia mencatat bahwa, banyak orang Indonesia memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, tetapi merasa cemas berbicara karena takut membuat kesalahan atau merasa tidak berbicara dengan lancar.

“Saya ingin meneliti lebih lanjut mengapa ini terjadi, karena saya percaya bahwa mereka memiliki kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik,” tutur Melanie.

Selain itu, Melanie berencana menulis sebuah buku yang menggabungkan pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris yang baik di Indonesia. Ia berharap dapat mengundang beberapa guru Indonesia untuk berkolaborasi dalam menyunting buku tersebut, dengan tujuan menghasilkan karya yang mencerminkan praktik pendidikan bahasa Inggris yang relevan dan efektif, serta memberikan kontribusi positif bagi guru dan masyarakat di Indonesia.

Berita Terkait

Policy Dialogue & Public Hearing: Mendorong Demokrasi Partisipatif – Perempuan Masyarakat Adat sebagai Subjek Pembangunan Daerah
Azis Tunny Resmi Jadi Ketua ORADO Maluku, Sekretaris Fahrul Kaisuku Perkuat Arah Organisasi
Ramah Tamah Syukur Natal Inspektorat Maluku, Momentum Penguatan Integritas dan Solidaritas Aparat Pengawasan
Fondasi Kuat di Akhir 2025, Bank Maluku Malut Mantap Melangkah ke 2026
Strategi DPM-PTSP Maluku Hadapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat: Dorong Industrialisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemprov Maluku Masuk Zona Hijau MCSP KPK 2025, Tata Kelola Pemerintahan Kian Membaik
Wali Kota Ambon Apresiasi Pemdes Galala atas Kepedulian Sosial Natal
Gubernur Maluku Sambut Kedatangan Menhub RI di Bandara Pattimura Ambon

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:37 WIB

Policy Dialogue & Public Hearing: Mendorong Demokrasi Partisipatif – Perempuan Masyarakat Adat sebagai Subjek Pembangunan Daerah

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:34 WIB

Azis Tunny Resmi Jadi Ketua ORADO Maluku, Sekretaris Fahrul Kaisuku Perkuat Arah Organisasi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:36 WIB

Ramah Tamah Syukur Natal Inspektorat Maluku, Momentum Penguatan Integritas dan Solidaritas Aparat Pengawasan

Senin, 5 Januari 2026 - 08:47 WIB

Fondasi Kuat di Akhir 2025, Bank Maluku Malut Mantap Melangkah ke 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:58 WIB

Strategi DPM-PTSP Maluku Hadapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat: Dorong Industrialisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru