Komitmen Bersama Menuju Pendidikan Inklusif di Maluku Tengah
PatroliNews, id, Masohi Maluku tengah – Lokakarya Pengenalan dan Uji Coba Pendataan Profil Belajar Siswa (PBS) yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah pada 4–7 Agustus 2025 di Hotel Lelemuku, yang beralamat di Jalan Christina Martha, Masohi Maluku Tengah. Masohi, merupakan salah satu bentuk nyata dari komitmen kolektif lintas sektor untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikbudristek, Kasubdit Vokasi dan Inklusi Kemenag RI, fasilitator dari INOVASI pusat dan daerah, pengurus Unit Layanan Disabilitas (ULD), kepala sekolah, guru SD dan MI, serta Korwil dari kecamatan Masohi, Amahai, Tehoru, Telutih, dan TNS.
Mengidentifikasi Tantangan dan Menyiapkan Solusi Berbasis Data
Dalam wawancara di hari ketiga kegiatan, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Husein Mukadar, S.IP., M.A., menyatakan bahwa, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari analisis situasi pembelajaran sebelumnya, khususnya dalam mengidentifikasi tantangan yang dihadapi siswa berkebutuhan khusus.
“Kegiatan ini sebenarnya merupakan komitmen kita bersama. Ini adalah bagian penting untuk mengenal dan mencoba instrumen Profil Belajar Siswa tahun 2025, agar kita tahu siapa anak-anak kita yang disabilitas dan apa kebutuhannya,” ujar beliau.
Beliau menegaskan bahwa, data yang akurat akan menjadi dasar penting dalam perencanaan kebijakan yang lebih adil, serta mampu menjangkau mereka yang sebelumnya belum tersentuh layanan pendidikan secara layak.
Kolaborasi Ekosistem: Pendidikan Bukan Tanggung Jawab Sektor Tunggal
Kegiatan ini juga menandai semakin kuatnya kolaborasi antar sektor sebagai bentuk kesadaran bahwa pendidikan tidak dapat ditangani oleh Dinas Pendidikan saja.
“Ekosistem pendidikan itu melibatkan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, hingga Penanggulangan Bencana. Misalnya, jika seorang siswa tidak bisa belajar karena tidak punya kacamata, maka negara harus hadir, itulah fungsi lintas sektor,” tambah Husein Mukadar.
Dengan dukungan penuh dari program INOVASI, para pemangku kepentingan diajak untuk menyatukan pemahaman dan merancang sistem pendataan siswa yang lebih adil, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan.
Harapan untuk Pendidikan yang Berkeadilan bagi Semua Anak
Melalui Lokakarya ini, harapan besar dibangun agar Unit Layanan Disabilitas dapat lebih terarah, guru dan kepala sekolah memahami instrumen PBS dengan lebih baik, serta terbentuknya rencana teknis pendataan yang siap diimplementasikan secara luas.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi semua anak tanpa terkecuali,” tutup Husein Mukadar.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem pendidikan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Maluku Tengah.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran









