Raja-raja Negeri Harus Mampu Cegah Konflik, Kapolda : Hentikan Pertikaian Sudah Mau Masuk Bulan Ramadan

- Jurnalis

Senin, 27 Februari 2023 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews.Id, Ambon – Warga negeri Wakal dan Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, kembali nyaris terlibat bentrok pada Senin (27/2/2023) sore.

Beruntung aparat kepolisian yang di BKO-kan di perbatasan kedua desa bertetangga itu berhasil menghalau massa baik dari desa Wakal maupun Hitu.

Kapolda Maluku, Irjen Pol Lotharia Latif, mengaku sangat prihatin atas kejadian tersebut. Ia menyayangkan karena masih adanya konflik-konflik sosial yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun materi.

“Ini sudah mau masuk bulan Ramadan, Kami meminta kedua warga agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Hentikan konflik antar sesama saudara,” pinta Kapolda Maluku, Selasa (28/2/2023).

Kapolda mengatakan, tindakan aparat yang membubarkan massa secara paksa merupakan upaya menghalau warga agar tidak saling serang menggunakan senjata tajam.

Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang sengaja dimainkan oleh orang tidak bertanggung jawab, dan tidak ingin melihat kedamaian antara warga Hitu dan Wakal terjalin.

“Kami juga menghimbau para tokoh masyarakat, dan agama agar dapat membantu menjaga situasi kamtibmas dengan meredam amarah warga masing-masing,” harapnya.

Baca Juga :  Polda Maluku Gagas Pelatihan Konselor: Tingkatkan Kemampuan dan Pelayanan

Irjen Latif menyangkan, bentrokan antar warga yang kerap terjadi hanya gara-gara persoalan awal yakni tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh perorangan.

“Hanya karena persoalan perorangan yang melakukan tindakan kriminal, tapi malah dibawa ke masalah negeri, yang pada akhirnya merugikan semua warga, membuat terganggunya kehidupan ekonomi dan kerukunan warga,” kata Irjen Latif.

Bentrokan yang terjadi, kata Irjen Latif, tidak hanya merugikan kedua pihak bertikai. Namun semua masyarakat di desa tetangga ikut terganggu. Mereka juga tidak bisa bekerja atau mencari nafkah karena masing-masing pihak menutup akses jalan di wilayahnya.

“Bentrok juga membuat banyak anak-anak dan perempuan yang merasa ketakutan dan trauma karena menyaksikan tindakan kekerasan secara langsung,” ujarnya.

Kepada ibu-ibu atau perempuan, Irjen Latif meminta agar dapat mengambil peran sebagai peredam amarah laki-laki. Bukan sebaliknya menjadi suporter atau bahkan memanas-manasi konflik yang tak kunjung usai.

“Seharusnya kalau ada pelaku rusuh dan pelaku pidana, warga harusnya justru membantu aparat keamanan untuk menangkapnya, karena perilaku yang bersangkutan sangat merusak tatanan yang ada dan masyarakat yang tidak tahu apa-apa malah menjadi korban,” pintanya.

Baca Juga :  Wali Kota Ambon Ajak Pemimpin Lokal Aktif Tanggapi Masalah Warga

Polri, kata Irjen Latif, telah melakukan penegakan hukum terhadap beberapa orang warga yang melakukan pidana. Bahkan dan ada 1 orang yang diduga menjadi pemicu atau provokator. Ia diduga juga membawa senjata api yang sangat membahayakan bagi masyarakat maupun petugas keamanan.

“Olehnya itu kami juga menghimbau kepada Raja-raja negeri dapat berperan dan berfikir jernih untuk membuat sikon kamtimbas kondusif. Raja-raja harus proaktif untuk cegah konflik dan antisipasi upaya-upaya adu domba dan memecah belah kerukunan warga di sana,” katanya.

Secara tegas, Irjen Latif mengaku Polda Maluku tidak akan mentolerir beredarnya senjata-senjata api rakitan di tengah masyarakat. Karena hal tersebut sangat membahayakan baik untuk masyarakat sendiri maupun aparat keamanan.

“Kita akan tangkap dan proses hukum orang-orang yang masih pegang senjata api tersebut, karena itu kejahatan berat di negara ini,” pungkasnya.

Berita Terkait

Policy Dialogue & Public Hearing: Mendorong Demokrasi Partisipatif – Perempuan Masyarakat Adat sebagai Subjek Pembangunan Daerah
Azis Tunny Resmi Jadi Ketua ORADO Maluku, Sekretaris Fahrul Kaisuku Perkuat Arah Organisasi
Ramah Tamah Syukur Natal Inspektorat Maluku, Momentum Penguatan Integritas dan Solidaritas Aparat Pengawasan
Fondasi Kuat di Akhir 2025, Bank Maluku Malut Mantap Melangkah ke 2026
Strategi DPM-PTSP Maluku Hadapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat: Dorong Industrialisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemprov Maluku Masuk Zona Hijau MCSP KPK 2025, Tata Kelola Pemerintahan Kian Membaik
Wali Kota Ambon Apresiasi Pemdes Galala atas Kepedulian Sosial Natal
Gubernur Maluku Sambut Kedatangan Menhub RI di Bandara Pattimura Ambon

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:37 WIB

Policy Dialogue & Public Hearing: Mendorong Demokrasi Partisipatif – Perempuan Masyarakat Adat sebagai Subjek Pembangunan Daerah

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:34 WIB

Azis Tunny Resmi Jadi Ketua ORADO Maluku, Sekretaris Fahrul Kaisuku Perkuat Arah Organisasi

Selasa, 6 Januari 2026 - 18:36 WIB

Ramah Tamah Syukur Natal Inspektorat Maluku, Momentum Penguatan Integritas dan Solidaritas Aparat Pengawasan

Senin, 5 Januari 2026 - 08:47 WIB

Fondasi Kuat di Akhir 2025, Bank Maluku Malut Mantap Melangkah ke 2026

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:58 WIB

Strategi DPM-PTSP Maluku Hadapi Pemangkasan Dana Transfer Pusat: Dorong Industrialisasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru