PatroliNews.id, Ambon – Sebagai bentuk tanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur wilayah perkotaan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Melianus Latuihamallo, ST., MT., menyampaikan langkah konkret dalam menangani bencana longsor dan ancaman banjir yang terjadi di wilayah Leitisel. Curah hujan tinggi selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan, beberapa titik jalan mengalami longsor dan tertutup material.
Saat ditemui di Balai Kota Ambon, Rabu (25/6/2025), Kadis PUPR menyampaikan bahwa, secara teknis, kondisi geografis wilayah lereng serta keberadaan pohon-pohon besar di badan jalan menjadi penyebab utama terjadinya longsor.
“Longsor yang terjadi kemarin disebabkan oleh pohon-pohon besar yang berada di lereng badan jalan. Saat jalan ini dibangun beberapa tahun lalu, kondisi vegetasinya memang sudah seperti itu, tapi sekarang karena usia dan ukuran pohon yang semakin besar, akar-akar mulai merusak tatanan tanah. Apalagi ditambah curah hujan yang sangat tinggi selama tiga hari berturut-turut, membuat tanah jadi sangat labil,” jelas Latuihamallo.
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Dinas PUPR mengambil langkah teknis lanjutan berupa pendataan vegetasi di sepanjang badan jalan, serta perencanaan pemeliharaan rutin lereng yang dianggap rawan.
“Ke depan, kita akan atur bagaimana agar pohon-pohon besar ini tidak mengganggu kestabilan tanah. Pohon yang berpotensi tumbang akan didata dan dikaji penanganannya,” ujarnya.
Menyinggung penanganan darurat, ia mengungkapkan bahwa, pembersihan longsor sedang berlangsung, dengan target jalur Hukurila-Passo dapat kembali berfungsi maksimal dalam satu hingga dua hari ke depan.
“Sekarang akses sudah bisa sampai ke mata jalan Ema. Kami upayakan dalam waktu dekat kondisi bisa normal kembali,” tambahnya.
Sebagai bentuk sinergi lintas instansi, Latuihamallo juga menyampaikan bahwa, Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin M. Wattimena, M.Si., telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai Sungai guna mengantisipasi musim penghujan. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota meminta Balai Sungai segera melakukan pengerukan sedimen di sejumlah sungai di Kota Ambon, mengingat sungai-sungai tersebut berada di bawah kewenangan Balai dan berpotensi menimbulkan banjir jika tidak ditangani dini.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait pembangunan talud penahan tanah, serta dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dalam hal pengerukan sungai.
“Terkait sungai, tanggung jawabnya berada di BWS. Kami sudah komunikasi, dan pengerukan akan dilakukan dalam satu atau dua hari ini,” terangnya.
Tak hanya fokus pada teknis infrastruktur, Latuihamallo juga mengajak masyarakat, turut peduli terhadap kondisi lingkungan. Ia menyoroti, pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan warga.
“Harus ada perhatian dari warga juga. Jangan semua dibebankan ke pemerintah. Banyak pohon yang berada di lahan warga dan sulit ditebang karena harus minta izin dulu. Kondisi seperti ini yang menyulitkan penanganan cepat,” imbuhnya.
Dengan langkah-langkah terpadu berbasis tugas teknis, pengawasan lapangan, dan kerja sama lintas sektor, Kepala Dinas PUPR Kota Ambon berkomitmen menjadikan setiap bencana sebagai momentum untuk memperkuat sistem infrastruktur dan keselamatan publik.
Diharapkan, upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat dapat menekan risiko bencana ke depan demi menjaga kenyamanan dan keamanan warga Kota Ambon.









