PatroliNews.id, Maluku — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH., LL.M., menerima langsung aspirasi dari massa aksi unjuk rasa yang berasal dari Himpunan Mahasiswa Batabual pada Kamis (26/6/25), terkait persoalan krusial infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru.

Aksi yang berlangsung damai ini dimulai pukul 10.45 WIT di depan perempatan Polsek Sirimau, Kota Ambon, dengan estimasi peserta sebanyak 15 orang, dipimpin oleh koordinator lapangan, Sarfin Hua.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa membawa satu unit mobil pick-up L300, satu unit sound system, serta empat buah pamflet bertuliskan berbagai seruan tuntutan, seperti: “Batabual juga bagian dari Provinsi Maluku” dan “Batabual butuh bukti bukan janji.” Aksi ini dilanjutkan ke depan Kantor Gubernur Maluku sekitar pukul 11.13 WIT, dan kemudian massa diterima oleh Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku pada pukul 12.30 WIT.
Selanjutnya, tepat pukul 13.00 WIT, dua orang perwakilan massa aksi dipersilakan masuk dan melakukan audiensi langsung dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, di ruang kerjanya.
Dalam suasana yang hangat namun serius, kedua perwakilan massa, yakni Hidayat dan Arif Masbait, menyampaikan, dengan lantang suara hati masyarakat Batabual yang selama ini merasa terpinggirkan akibat kondisi infrastruktur yang rusak parah.
Hidayat menyampaikan harapan besar masyarakat Batabual terhadap kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa, yang dinilai memiliki akses nasional yang luas. Ia menyebutkan bahwa, setiap tahun selalu ada korban jiwa karena jalan dan jembatan yang rusak. Sementara itu, Arif Masbait menegaskan, pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendorong perputaran ekonomi di kecamatan mereka yang terisolasi.
Gubernur Hendrik Lewerissa dalam tanggapannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap gerakan mahasiswa tersebut. Ia menegaskan bahwa, dirinya tidak anti terhadap kritik dan justru membuka ruang dialog sebagai bentuk kedekatan dengan rakyat. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara langsung jauh lebih efektif dalam menyampaikan pesan yang utuh dan menyentuh.
Lebih lanjut, Gubernur menekankan bahwa, masa pemerintahannya adalah periode lima tahun, bukan hanya dilihat dari 100 hari pertama. Ia menyatakan mengetahui secara langsung kondisi infrastruktur di Batabual dan telah menugaskan Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku, untuk merancang prioritas pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di daerah tersebut.
Gubernur Hendrik juga mengakui bahwa, pemerintah provinsi sangat bergantung pada dana transfer dari pusat, namun pihaknya akan terus berupaya melakukan lobi intensif ke pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan-kawasan tertinggal seperti Batabual.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa, rumah dinas gubernur adalah ikon daerah dan fasilitas protokoler yang penting dalam menyambut tamu-tamu resmi negara, sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung dengan kondisi pembangunan infrastruktur yang membutuhkan proses anggaran dan prioritas.
Audiensi resmi tersebut selesai pada pukul 13.30 WIT dan seluruh rangkaian kegiatan aksi berakhir pukul 13.35 WIT dalam keadaan tertib, aman, dan lancar. Kehadiran dan respon Gubernur Maluku dalam menerima aspirasi mahasiswa ini, memberikan harapan baru bahwa, suara masyarakat pelosok seperti Batabual akan menjadi perhatian dan diperjuangkan dengan serius oleh Pemerintah Provinsi Maluku.















