PatroliNews.id, Ambon – Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja dan Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (BAMAG-LKKI) Provinsi Maluku dan Kota Ambon secara resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Provinsi Maluku pada Rabu, 18 Juni 2025. Acara ini turut disaksikan oleh tokoh-tokoh gereja, pimpinan lembaga keagamaan, serta unsur pemerintah daerah.
Dalam pengukuhan tersebut, Ketua BAMAG-LKKI Kota Ambon, Pdt. Crist Latupeirissa, S.Th., dari Gereja Kerapatan Pantekosta Pusat Ambon, memaparkan sejumlah program strategis yang akan dijalankan pasca pelantikan. Salah satu langkah awal yang akan ditempuh adalah memperkuat sinergi antara BAMAG dan Pemerintah Kota Ambon, khususnya melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kota Ambon.
Menurut Pdt. Crist, BAMAG-LKKI Kota Ambon memiliki komitmen untuk membangun hubungan yang harmonis antara gereja dan pemerintah. Dalam implementasinya, program “Cinta Kota Ambon” akan menjadi gerakan utama, yang di dalamnya mencakup dukungan dalam menjaga kebersihan kota dan pengisian peran-peran sosial yang belum terjangkau baik oleh gereja maupun pemerintah. Tujuan utamanya adalah memperkuat kesejahteraan masyarakat di bidang spiritual, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan.
Selain fokus lokal, BAMAG-LKKI Kota Ambon juga memiliki rencana kerja sama internasional. Salah satu program unggulan adalah membuka peluang kerja ke Jepang bagi pemuda-pemudi Kota Ambon. Program ini akan dimulai dengan pelatihan bahasa Jepang selama 3 hingga 4 bulan di Batu Malang, Jawa Timur. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan diberangkatkan ke Jepang untuk bekerja. Namun, Pdt. Crist mengakui, keterbatasan dana menjadi tantangan utama dan pihaknya berharap Pemerintah Kota Ambon dapat memberi dukungan penuh agar program ini berjalan lancar demi mengurangi angka pengangguran di Kota Ambon.
Senada dengan itu, Sekretaris BAMAG-LKKI Kota Ambon, Pdt. Obrin Sumampouw, S.Th., M.Pd., menambahkan bahwa, kerja sama dengan pemerintah dan pusat sangat penting untuk mewujudkan keberangkatan tenaga kerja muda ke Jepang. Ia menegaskan, program ini bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga memberi harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda di Ambon.
Plt. Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulete, S.T., M.T., yang hadir mewakili Wali Kota Drs. Bodewin Wattimena, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa, penguatan lembaga keagamaan menjadi salah satu agenda penting dalam prioritas pembangunan Kota Ambon periode 2025–2030. Ia menyampaikan bahwa semua institusi keagamaan, baik Kristen, Islam, Hindu, Buddha, maupun kepercayaan lainnya, adalah bagian penting dari struktur sosial yang menopang kedamaian dan ketertiban masyarakat.
Robert menekankan, pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan. Ia berharap, BAMAG-LKKI dapat menjadi mitra strategis yang memberikan dukungan spiritual dan moral dalam pelaksanaan berbagai kebijakan pembangunan, agar setiap langkah yang diambil pemerintah senantiasa dilandasi nilai iman, kebersamaan, dan kepedulian.
Dengan dikukuhkannya pengurus baru BAMAG-LKKI Provinsi Maluku dan Kota Ambon, diharapkan lembaga ini dapat menjadi kekuatan positif yang tidak hanya memperkuat pelayanan gereja tetapi juga mendukung pembangunan daerah secara menyeluruh melalui kolaborasi lintas sektoral dan lintas agama.















