PatroliNews.id, Ambon, Jumat (22/8/2025) – Pemerintah Kota Ambon memanfaatkan Gedung Terminal Transit Passo sebagai lokasi pelantikan dan pengukuhan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Pemilihan tempat ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi penegasan rencana Pemkot untuk menghidupkan kembali aset yang selama belasan tahun terbengkalai. Gedung bernilai sekitar Rp60 miliar tersebut diproyeksikan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, sebagai pusat pemerintahan yang baru.
Menurut Bodewin, kapasitas Balai Kota Ambon saat ini tidak lagi memadai untuk menunjang pelayanan publik. Kondisi gedung lama yang sempit bahkan menyulitkan penempatan pegawai, terlebih dengan penambahan ribuan aparatur baru dari formasi PPPK dan CASN. Ia menilai, jika fasilitas kerja saja sudah terbatas, maka kinerja optimal dalam melayani masyarakat akan sulit tercapai. Karena itu, penggunaan Terminal Transit Passo menjadi opsi strategis agar aset daerah tidak terbengkalai dan dapat difungsikan kembali untuk kepentingan publik.
Rencana pemanfaatan gedung ini tentu menimbulkan perdebatan, terutama terkait kondisi keuangan daerah yang menuntut efisiensi. Namun, Pemkot memastikan langkah ini akan dilakukan secara bertahap dengan memperhitungkan kelayakan tanpa mengorbankan program prioritas maupun hak pegawai. Dengan dukungan DPRD Kota Ambon, Wali Kota optimis Terminal Transit Passo dapat disulap menjadi Balai Kota yang representatif, sekaligus simbol peningkatan kinerja pemerintahan dan pelayanan masyarakat.















