PatroliNews.id, Ambon – Konflik di Desa Hunuth dan Hitu beberapa hari lalu yang menelan korban jiwa dan membakar puluhan rumah mendapat sorotan dari Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, ST. Ia menilai konflik tersebut bukan konflik sosial yang terstruktur, melainkan berawal dari tawuran pelajar yang kemudian melebar menjadi kerusuhan.
“Konflik ini adalah ujian bagi kehidupan sosial kita di Maluku. Kita pernah merasakan konflik tahun 1998, dan tidak ada yang diuntungkan. Karena itu, kohesi sosial sangat penting dijaga agar pembangunan yang kita perjuangkan tidak sia-sia,” tegas Saadiah.
Ia menjelaskan, infrastruktur seperti jalan, jembatan, atau kapal yang diperjuangkan di pusat tidak akan bermakna apabila masyarakat masih terpecah oleh konflik. Karena itu, pendidikan karakter di sekolah-sekolah perlu diperkuat, mulai dari pembelajaran akhlak, pengendalian emosi, hingga penegakan hukum agar generasi muda tidak terbiasa mengambil langkah main hakim sendiri.
Selain menyuarakan perdamaian, Saadiah bersama Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends, ST, turun langsung memberikan bantuan kepada warga Hunuth dan Hitu. Mereka berdialog dengan masyarakat serta kepala desa untuk mencegah konflik kecil berkembang menjadi konflik besar.
“Syukurlah warga sudah berjiwa besar untuk memaafkan dan tidak ingin konflik ini berkelanjutan. Kita harus sama-sama menjaga perdamaian mulai dari rumah, lingkungan, hingga komunitas. Damai itu indah, dan Maluku harus mewariskan kedamaian ini kepada generasi selanjutnya,” ujarnya penuh harap.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta, dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















