PatroliNews.id Ambon – Sekelompok sopir angkot yang tergabung dalam Gerakan Sopir Angkut Merdeka Kota Ambon Periode 2025–2026 menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis 12 Juni 2025 pagi, tepatnya pukul 10.40 WIT, di depan kantor Bank Maluku Malut cabang Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Irvan Matdoan, dengan jumlah massa sekitar 10 orang.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan di sekitar kawasan Ruko Batu Merah Mardika, yang hingga kini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Para pengunjuk rasa menilai pemerintah lamban menangani masalah infrastruktur jalan yang telah mengganggu aktivitas transportasi, khususnya para sopir angkot.

Massa membawa berbagai alat peraga, termasuk satu unit megaphone dan enam pamflet bertuliskan kritik tajam, seperti “100 hari Gubernur Maluku gagal”, “Copot Kepala BPJN”, dan “Katanya jalan nasional, kaya jalan desa”.
Aksi ini juga diwarnai dengan penanaman pohon pisang di lubang jalan sebagai bentuk sindiran atas lambatnya perbaikan infrastruktur. Aksi simbolik ini dilakukan sekitar pukul 10.45 WIT, sebagai bentuk kekecewaan mendalam dari para sopir terhadap kondisi jalan yang rusak parah.

Dalam orasinya, Irvan Matdoan dan Zainal Uar menyoroti buruknya transparansi dan minimnya kepedulian dari instansi terkait, terutama Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku. Mereka menuntut agar Kepala BPJN segera dicopot dan mendesak Gubernur Maluku untuk mengambil langkah konkret dalam 100 hari masa kerjanya guna memperbaiki kondisi jalan nasional yang ada di kawasan tersebut.

“Akses transportasi semakin terganggu, sopir angkot mengeluh karena kendaraan cepat rusak, dan masyarakat harus menanggung risiko setiap hari. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal keselamatan,” ujar salah satu orator.
Sekitar pukul 11.25 WIT, massa aksi meninggalkan lokasi secara tertib. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 11.30 WIT tanpa insiden berarti. Aksi ini menjadi penanda bahwa, masyarakat, khususnya para pelaku transportasi, semakin berani menyuarakan aspirasi mereka secara terbuka dan damai demi perbaikan infrastruktur di Kota Ambon.
Aksi ini diharapkan menjadi peringatan bagi pemerintah pusat dan daerah agar lebih serius dan tanggap terhadap persoalan jalan rusak yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sehari-hari, khususnya para sopir angkot yang menjadi tulang punggung transportasi publik di Kota Ambon.















