PatroliNews id, Masohi, 7 Agustus 2025 — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah terus menguatkan komitmennya dalam merancang masa depan pendidikan yang terencana dan strategis. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Lokakarya ke-3 Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan, yang digelar sejak 6 hingga 9 Agustus 2025, bertempat di Hotel Isabella Masohi, Jl. Chr. M. Tiahahu, Namasina, Kota Masohi.
Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari dua lokakarya sebelumnya yang telah sukses diselenggarakan pada bulan April dan Juni 2025. Dalam lokakarya ketiga ini, fokus diarahkan pada penyelarasan dokumen perencanaan strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah untuk lima tahun ke depan, agar sejalan dengan visi, misi, strategi, dan kebijakan pendidikan dari tingkat pusat hingga daerah.
Saat ditemui pada hari kedua kegiatan, Analis Bidang Perencanaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah, Dewi Tuasikal, SE., M.Pd.,menjelaskan bahwa, kegiatan ini memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah perencanaan pendidikan daerah.
“Ini adalah pertama kalinya Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tengah menyusun dokumen perencanaan secara terstruktur, sistematis, dan melibatkan banyak pihak. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan arah pembangunan pendidikan lima tahun ke depan sesuai visi misi Bupati Kabupaten Maluku Tengah dan kebijakan strategis nasional hingga lokal,” jelas Dewi.
Peserta kegiatan ini terdiri atas para staf Dinas Pendidikan, para Kepala Bidang, Kepala Seksi, serta para pengawas dari dua kecamatan yaitu Kecamatan Kota Masohi dan Kecamatan Amahai. Selain itu, turut hadir pula tim pendamping dari Program Inovasi Pendidikan yang berasal dari Jakarta, Surabaya, dan Provinsi Maluku, yang memberi masukan teknis dan strategis dalam penyusunan dokumen Renstra.
Lebih lanjut, Dewi Tuasikal menekankan bahwa, hasil dari lokakarya ini akan menjadi dokumen acuan utama (barometer) yang tidak hanya bermanfaat bagi Dinas Pendidikan sendiri, namun juga dapat menjadi contoh bagi OPD lain dalam merancang dokumen strategis sektoral.
“Harapan kami, dokumen ini dapat menjadi pijakan yang kuat untuk kebijakan pendidikan ke depan. Ini adalah momentum yang tidak boleh kita sia-siakan, karena belum pernah dilakukan pada masa kepemimpinan daerah sebelumnya,” ujarnya.
Dewi juga menggarisbawahi bahwa, program dan kegiatan yang tertuang dalam Renstra memiliki keterkaitan langsung dengan peningkatan kapasitas guru, kepala sekolah, dan pengawas. Ia menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Maluku Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar dari APBD untuk mendukung program peningkatan mutu tersebut pada tahun ini.
“Program-program peningkatan mutu guru, kepala sekolah, dan pengawas bukan hanya dirancang, tapi sudah kita anggarkan sejak tahun lalu, dan tahun ini sudah mulai berjalan. Ini bukti konkret bahwa perencanaan tidak berhenti di atas kertas,” tegasnya.
Sebagai penutup, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya membangun sistem pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik di jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Maluku Tengah. Inisiatif ini mencerminkan arah baru dalam tata kelola pendidikan daerah, di mana perencanaan tidak lagi dipandang sekadar sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai langkah strategis untuk membentuk masa depan pendidikan yang lebih berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.
Keterlibatan lintas sektor serta dukungan kebijakan anggaran menjadi fondasi yang kokoh bagi terwujudnya sistem pendidikan yang terarah, terpadu, dan menjawab kebutuhan generasi masa depan di Kabupaten Maluku Tengah.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















