PatroliNews.id, Maluku – Gubernur Maluku HL mengundang manajemen PLN Maluku–Maluku Utara untuk membahas persoalan kelistrikan yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar di wilayah kepulauan ini. Dalam pertemuan di Kantor Gubernur Maluku, Selasa 12 Agustus 2025, HL menekankan pentingnya pasokan listrik yang merata, andal, dan berkelanjutan demi mendukung pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi. Isu yang diangkat antara lain desa yang belum teraliri listrik, kebutuhan trafo baru untuk Rumah Sakit dr. H. Halussy, keterbatasan daya di Pulau Ambon, serta dukungan terhadap program nasional Koperasi Merah Putih.
Pemprov Maluku juga meminta PLN memastikan ketersediaan listrik untuk sekolah rakyat, investasi tambak udang di Seram Utara, pelabuhan perikanan Banda, enam rumah sakit representatif yang direncanakan, dan pelabuhan integrasi terpadu di Waisarisa, Seram Bagian Barat. HL menekankan pentingnya percepatan transisi energi fosil ke energi baru terbarukan, kejelasan program pemasangan panel surya untuk masyarakat, serta sinkronisasi data elektrifikasi antara pemerintah provinsi dan PLN.
PLN menyatakan komitmen untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di Maluku, termasuk menambah daya sekitar 50 MW pada 2026, memanfaatkan cadangan 35 MVA di sistem Nabung, membangun PLT-MG di Namlea, dan memasang panel surya secara bertahap. PLN juga akan melakukan asesmen kebutuhan daya untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, sejalan dengan target pemerataan listrik yang menjadi prioritas pembangunan daerah.















