Apresiasi Michael Wattimena atas Komitmen Menteri ESDM Percepat Blok Masela
PatroliNews.id, Ambon – Tenaga Ahli Menteri ESDM RI Bidang Negosiasi, Diplomasi, Kerja Sama Mineral dan Batu Bara, Dr. Michael Wattimena SE., SH., MM, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menteri ESDM, Dr. Bahlil Lahadalia, SE., M.Si.
Menurutnya, langkah konkret Menteri Bahlil dalam mempercepat pembangunan Blok Gas Abadi Masela, merupakan bukti keseriusan negara hadir di Maluku. Koordinasi lintas kementerian dan kerja tim terpadu di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa, pemerintah pusat tidak lagi menunda, melainkan bergerak cepat memastikan proyek strategis nasional ini terealisasi.
Blok Masela, Proyek Energi Rp330 Triliun Penentu Ekonomi
Dalam keterangannya di Golden Taste Cafe, kawasan Bandara Internasional Pattimura, Jalan Dr. Leimena, Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pada Jumat (22/8/2025), Michael menekankan bahwa, Blok Masela adalah investasi energi raksasa bernilai 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp330 triliun, setara hampir 10% APBN Indonesia 2025. Nilai ini mencerminkan betapa besar dampak Blok Masela bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun kesejahteraan masyarakat Maluku.
“Blok Masela sudah tertunda 25 tahun tanpa progres berarti. Karena itu Pak Menteri sangat fokus agar percepatan ini benar-benar terwujud, sebab manfaat ekonominya tidak hanya untuk Maluku, tapi juga Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.
Dukungan Presiden dan Mitra Internasional Percepat Blok Masela
Bung Michael Wattimena (BMW) juga menegaskan, perhatian terhadap proyek ini datang langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Pasca pertemuan Presiden dengan Perdana Menteri Jepang, komitmen mitra internasional terhadap pengembangan Blok Masela semakin menguat.
“Ini bukan proyek biasa, tetapi proyek strategis nasional yang juga menyangkut kepentingan mitra internasional. Karena itu, pemerintah memastikan seluruh proses perizinan harus rampung pada September 2025 agar pembangunan dapat dimulai sesuai jadwal,” jelas Michael.
Peran Tim Terpadu dan Jaminan Hak Masyarakat
Saat ini, tim terpadu tengah meneliti lahan seluas 662 hektare di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang direncanakan sebagai lokasi kilang utama Blok Masela. Proses dilakukan secara hati-hati dengan pendekatan sosial-ekonomi, hukum, dan ekologi.
“Pemerintah melibatkan masyarakat secara langsung melalui kuisioner dan tatap muka. Prinsipnya, tidak ada intervensi sepihak. Semua hak masyarakat dipastikan terlindungi dan terakomodasi,” tegas BMW.
Dukungan Masyarakat Lermatang untuk Blok Masela
BMW menggambarkan, respons masyarakat sangat positif. Bahkan dukungan tersebut ia sebut bukan sekadar 100%, tetapi 1.000%.
Menurutnya, masyarakat menyadari manfaat besar kehadiran Blok Masela, mulai dari keterlibatan tenaga kerja lokal, penguatan sektor riil, peningkatan ekonomi daerah, hingga program CSR perusahaan.
“Masyarakat tahu betul proyek ini akan membawa perubahan nyata, bukan sekadar janji,” ungkapnya.
Komitmen Menteri Bahlil Berdayakan SDM Maluku
Sebagai putra daerah, Menteri Bahlil dinilai Michael sangat peduli terhadap pemberdayaan generasi muda Maluku. Ia mencontohkan, sebanyak 150 lulusan Saumlaki telah dikirim menempuh pendidikan di Akademi Migas Cepu dan dipersiapkan kembali mengabdi di Blok Masela.
“Pak Menteri ESDM sudah menegaskan, tenaga kerja lokal Maluku harus mendapat porsi utama. Dalam tahap konstruksi saja, diperkirakan 30.000–50.000 tenaga kerja akan terserap, dan mayoritas harus dari Maluku,” tutur Michael.
Solusi Pemerintah dan Target Pembangunan Blok Masela
Michael menjelaskan, pemerintah menargetkan seluruh perizinan tuntas pada September 2025 agar konstruksi segera berjalan. Jika sesuai rencana, Blok Masela diproyeksikan beroperasi penuh pada 2028–2029.
“Semakin cepat perizinan selesai, semakin cepat pula manfaatnya dirasakan masyarakat. Negara ingin proyek ini berjalan mulus sesuai tahapan demi sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Maluku dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Blok Masela, Wujud Kehadiran Negara untuk Maluku
Kehadiran Michael Wattimena sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM menegaskan bahwa, percepatan Blok Masela bukan hanya agenda pemerintah pusat, melainkan juga harapan besar rakyat Maluku.
Dengan dukungan penuh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, atensi Presiden Prabowo, serta sambutan hangat masyarakat, Blok Masela diyakini akan menjadi tonggak monumental pembangunan energi nasional.
“Blok Masela adalah simbol keseriusan negara hadir di Maluku, dan investasi Rp330 triliun ini akan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang,” pungkas Michael.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















