PatroliNews.id, Maluku – Kunjungan kerja perdana Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rohmat Marzuki, S.Hut., M.Sc., ke Negeri Hutumuri pada Rabu (24/9/2025) menjadi momentum penting bagi penguatan peran masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen hadir bersama Gubernur Maluku dan sejumlah pejabat, termasuk Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIV Ambon, Plaghelmo Seran, S.Hut., M.Si., atau akrab disapa Elmo. Kehadiran Elmo bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen BPHL untuk menjadi garda terdepan dalam memastikan hutan adat tetap lestari dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan penyerahan bibit tanaman, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Balai Perhutanan Sosial Ambon dengan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, penanaman pohon sukun sebagai simbol keberlanjutan, hingga pameran produk lokal khas Hutumuri.
saat ditemui di lokasi, Elmo menyampaikan kepada awak media patroliNews bahwa, kelestarian hutan adat tidak hanya menyangkut fungsi ekologi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat adat, pemerintah, dan lembaga akademik adalah kunci utama dalam membangun pola pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.
Dalam pernyataannya, Elmo menegaskan bahwa, masyarakat hukum adat Hutumuri memiliki peran vital dalam mempertahankan warisan leluhur melalui pengelolaan hutan yang arif dan berkesinambungan. Komitmen ini sejalan dengan visi BPHL XIV Ambon yang berupaya menjawab tantangan modernisasi tanpa mengabaikan akar budaya lokal.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis pengelolaan hutan adat di Maluku akan semakin kuat, kokoh, serta memberi manfaat nyata bagi generasi sekarang dan yang akan datang.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















