Patrolinews.id, Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku–Malut) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja impresif. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang digelar di Jakarta, 23 Februari 2026, para pemegang saham resmi mengesahkan laporan keuangan sekaligus menyetujui pembagian dividen sebesar 74 persen dari laba bersih.
Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Syahrisal Imbar, bank daerah tersebut mencatat lonjakan laba bersih sebesar 53 persen menjadi Rp181,80 miliar. Angka ini jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri perbankan nasional yang berada pada kisaran satu digit.
“Pertumbuhan ini adalah hasil konsistensi strategi ekspansi yang terukur, penguatan tata kelola, dan disiplin manajemen risiko. Kami memastikan pertumbuhan berjalan sehat dan berkelanjutan,” ujar Syahrisal dalam keterangannya usai RUPS.
Tak hanya laba, total aset perseroan juga tumbuh dua digit sebesar 19,84 persen menjadi Rp10,55 triliun dari posisi tahun sebelumnya Rp8,81 triliun. Penyaluran kredit meningkat 10,10 persen menjadi Rp6,07 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 18,58 persen menjadi Rp6,85 triliun.
Struktur pendanaan bank dinilai semakin solid dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 51,34 persen, menopang efisiensi biaya dana dan memperkuat daya saing.
Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 34,16 persen, jauh di atas ambang minimum regulator. Rasio kredit bermasalah (NPL) juga terkendali di angka 2,55 persen.
RUPS turut menetapkan pembagian dividen kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham. Provinsi Maluku menerima sekitar Rp47 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp42 miliar. Sejumlah kabupaten/kota di Maluku dan Maluku Utara juga memperoleh dividen miliaran rupiah sesuai porsi saham.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap pertumbuhan Bank Maluku–Malut memberikan dampak langsung bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan pembangunan ekonomi kawasan timur Indonesia,” tegas Syahrisal.
RUPS tersebut dihadiri para kepala daerah dari Maluku dan Maluku Utara selaku pemegang saham, yakni, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Bupati Maluku Tenggara H. Muhammad Thaher Hanubun, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa, dan para undangan lainnya.
Dengan capaian tersebut, Bank Maluku–Malut menegaskan posisinya sebagai salah satu BPD dengan pertumbuhan solid di Indonesia Timur, sekaligus memperkuat fondasi ekspansi pada 2026.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















