PatroliNews.id, maluku – Anggota Komisi III DPRD Maluku, Allan Lohy, menyoroti dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah setelah target PAD Provinsi Maluku mencapai Rp700 miliar namun realisasinya dinilai belum maksimal. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama mitra OPD di Rumah Rakyat Karang Panjang pada Senin, 13 April 2026. Menurut Allan, kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan pendapatan daerah, termasuk memperkuat koordinasi antarinstansi agar potensi PAD tidak hilang di lapangan.
Selain menyoroti PAD, Allan juga mengingatkan pemerintah daerah agar penggunaan dana PT Sarana Multi Infrastruktur untuk pembangunan jalan provinsi dilakukan dengan perencanaan yang matang dan tidak tumpang tindih dengan program pemerintah pusat. Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah Maluku, Jalaluddin Salampessy, menjelaskan digitalisasi pajak telah diterapkan sejak 2023 melalui sistem pembayaran elektronik dan koordinasi dengan kabupaten/kota terus diperkuat untuk mengejar target PAD tahun 2026.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















