PatroliNews.id, MALUKU – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa dimulainya proyek hilirisasi kelapa dan pala di Desa Liang, Kecamatan Teluk Elpaputih, merupakan langkah strategis dalam mengubah struktur ekonomi daerah dari berbasis bahan mentah menjadi industri pengolahan bernilai tambah.
Menurut Gubernur, Maluku memiliki potensi besar pada komoditas perkebunan seperti kelapa dan pala yang selama ini hanya dipasarkan dalam bentuk mentah. Melalui program hilirisasi yang menjadi bagian dari agenda nasional, ia berharap potensi tersebut dapat diolah di dalam daerah sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Hilirisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi transformasi ekonomi yang harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku,” tegas Gubernur.
Ia menekankan bahwa kehadiran industri pengolahan akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat kemitraan dengan petani, serta meningkatkan nilai jual komoditas unggulan daerah. Gubernur juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan iklim investasi yang kondusif agar proyek hilirisasi dapat berjalan berkelanjutan. Pemerintah daerah, lanjutnya, juga meminta perusahaan untuk memastikan tanggung jawab sosial (CSR) benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Ini adalah momentum untuk mengakhiri paradoks kekayaan di Maluku, di mana daerah kaya sumber daya tetapi belum sepenuhnya menikmati hasilnya,” ujarnya.
Dengan dimulainya proyek ini, Gubernur berharap Maluku dapat bertransformasi menjadi pusat pengolahan komoditas perkebunan yang mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















