PatroliNews.id, Maluku – Suasana penuh kehangatan dan semangat nasionalisme terasa kuat pada Sabtu sore, 26 Juli 2025, ketika Kodam XV Pattimura menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film nasional Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian di Bioskop Ambon City Center XXI, Lantai Dasar, Jln. Wolter Monginsidi, Passo – Ambon.

Acara ini dihadiri langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 151/Binaiya, Brigjen TNI Antoninho Rangel da Silva, S.I.P., M.Han, yang mendampingi Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., beserta jajaran.

Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali IE, M.Si.; Wakapolda Maluku, Brigadir Jenderal Polisi Imam Thobroni, S.I.K., M.H.; Kabinda Maluku; Marsekal Pertama (Marsma) R. Harys Soeryo Mahendro, perwakilan DPRD Provinsi Maluku; Sekretaris Kota Ambon; para Upulatu Kota Ambon dan Maluku Tengah; jajaran TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara; serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XV/Pattimura, Ibu Henny Putranto Gatot, bersama jajaran.serta para tamu undangan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur ini menjadi gambaran nyata, tentang sinergi dan kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat Maluku untuk terus memupuk rasa cinta tanah air.
Mengenang Sejarah, Menumbuhkan Kesadaran Kebangsaan
Dalam wawancaranya kepada media Patrolinews.id, Brigadir Jenderal TNI Antoninho Rangel da Silva menegaskan bahwa, kegiatan nobar ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi sarat makna edukasi sejarah, refleksi bersama, dan penguatan rasa nasionalisme.
“Film ini menceritakan masa lalu yang penuh luka; mulai dari tahun 1975, 1995, hingga puncaknya di tahun 1999 saat jajak pendapat yang memisahkan saudara kita,” ungkap beliau dengan nada haru.
Sebagai saksi sejarah, Danrem yang lahir tahun 1968, hanya terpaut satu tahun dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang lahir tahun 1967, menyampaikan betapa dalam luka dan kehilangan yang dirasakan, baik oleh masyarakat Timor-Timur maupun para prajurit yang gugur demi kepentingan bangsa.

Melalui film Believe, beliau berharap, tumbuhnya kesadaran kolektif di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan tulus dan tanpa pamrih. Lebih dari itu, film ini juga diharapkan mampu memperkokoh semangat persatuan yang tulus, agar tetap terpatri di hati setiap anak bangsa sebagai warisan nilai perjuangan yang tak lekang oleh waktu.
Ringkasan Singkat Film Believe: Takdir, Mimpi, Keberanian

Film Believe adalah sebuah film aksi laga Indonesia yang mengangkat kisah nyata sejarah konflik saudara di Timor-Timur, bermula pada tahun 1975, memuncak pada ketegangan di tahun 1995, hingga jajak pendapat tahun 1999 yang menjadi titik perpisahan.

Lewat alur penuh keberanian, mimpi, dan pengorbanan para prajurit serta rakyat yang setia menjaga keutuhan NKRI, film ini tak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga menjadi pengingat penting bagi generasi sekarang bahwa, rasa persatuan dan cinta tanah air adalah nilai luhur yang harus senantiasa dijaga dan diwariskan dari masa ke masa.
Edukasi, Inspirasi, dan Pembentukan Karakter Bangsa
Danrem juga menyampaikan harapan agar film ini menjadi inspirasi, terutama bagi generasi muda, para prajurit, serta ibu-ibu sebagai pilar penting dalam keluarga.

“Kita semua harus memiliki wawasan kebangsaan yang baik, jiwa bela negara yang kuat, dan mencintai Indonesia sampai titik darah penghabisan,” ujarnya penuh keyakinan.
Menurutnya, sinergi antara keluarga, militer, dan pendidikan menjadi pondasi utama agar generasi mendatang tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, memiliki karakter nasionalis, dan selalu menjunjung tinggi persatuan.
Antusiasme Tinggi: Bukti Nyata Kecintaan Masyarakat
Antusiasme masyarakat terlihat luar biasa sejak awal pemutaran film. Ribuan anggota keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU), berbondong-bondong hadir memenuhi setiap kursi di bioskop.

“Mulai kemarin sampai sekarang semua penuh, tiket habis dipesan online, tidak ada kursi kosong,” ungkap Danrem dengan bangga.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa, masyarakat Maluku sangat merindukan tontonan yang tak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah dan edukasi kebangsaan.
Langkah Selanjutnya: Danrem Sutradarai Film Janji Senja Angkat Kearifan Lokal Maluku
Sebagai langkah lanjutan, untuk mengangkat nilai budaya dan sejarah lokal, Danrem juga memperkenalkan film Janji Senja yang saat ini telah didaftarkan ke manajemen Jakarta dan diharapkan, segera tayang di seluruh Indonesia. Film ini menceritakan kisah seorang putri Maluku asal Ternate, yang berhasil menjadi prajurit TNI dan membahagiakan kedua orang tuanya.
“Mudah-mudahan satu atau dua bulan lagi bisa segera tayang, khususnya bagi masyarakat Maluku, dan disambut lebih meriah, dari pembukaan hingga akhir penayangan, sebagai bukti kebanggaan kita terhadap budaya lokal,” tuturnya yang juga terlibat sebagai sutradara bersama sineas nasional ternama.
Penutup: Cinta Tanah Air adalah Tanggung Jawab Bersama
Di penghujung wawancaranya, Danrem 151/Binaiya menegaskan pentingnya peran semua pihak, keluarga, prajurit, pendidik, dan masyarakat luas, dalam menjaga keutuhan bangsa dan menanamkan cinta tanah air yang tidak pernah padam di setiap anak bangsa.
“Kita semua punya kewajiban yang sama: mencintai negeri ini tanpa pamrih dan menjaga persatuan sampai titik darah penghabisan,” tutupnya penuh makna.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.


















