PatroliNews.id, Ambon – Rapat Koordinasi dan Doa Bersama terkait penanggulangan bahaya tawuran pelajar, di gelar di lantai 2 SMK Negeri 3 Ambon pada Senin, 25 Agustus 2025. Pertemuan tersebut dihadiri oleh pihak sekolah, komite, pemerintah desa, hingga aparat keamanan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Waiheru, Usman Ely, SP, tampil memberikan pandangan sekaligus menegaskan, pentingnya langkah bersama untuk mengakhiri persoalan yang sudah berulang kali terjadi.
Dalam pernyataannya, Usman Ely dengan nada tegas menyampaikan rasa prihatinnya, terhadap situasi yang kerap terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
“Saya sesalkan apa yang terjadi. Kehadiran kami di sini untuk memberikan masukan dan solusi bagi sekolah ini. Saya juga mantan STM 2, memang dari dulu identik dengan berkelahi, tapi itu tidak bisa dibiarkan berlanjut,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran pemerintah desa bukan hanya sebatas mendukung, melainkan ingin memastikan bahwa, keamanan serta masa depan anak-anak sekolah benar-benar diperhatikan.
Lebih jauh, Kades Waiheru menyatakan dukungan penuh, terhadap langkah yang telah disampaikan oleh pihak komite sekolah. Ia menilai bahwa, sistem di sekolah perlu ditata lebih tegas, baik dalam aturan, proses penerimaan siswa baru, hingga tata tertib belajar di dalam kelas.
“Saya sepakat dengan apa yang disampaikan ketua komite. Sistem di sekolah ini harus dibuat lebih tegas. Seleksi masuk awal siswa harus diperhatikan, karena ada hal-hal aneh yang ditimbulkan oleh siswa yang perlu dikaji. Paling tidak, siswa yang bermasalah jangan diterima di sekolah, atau dipindahkan dari sekolah ini,” tegas Ely.
Ia juga menyinggung bahwa, dalam beberapa tahun terakhir sudah terjadi dua korban jiwa akibat tawuran pelajar, yang menjadi bukti betapa seriusnya persoalan tersebut.
Selain menyoroti sistem sekolah, Ely juga menekankan, pentingnya peningkatan keamanan di lingkungan SMK Negeri 3 Ambon. Ia menilai bahwa, dukungan dari TNI, Polri, hingga penambahan personel keamanan sekolah menjadi hal yang mendesak.
“Masalah keamanan harus menjadi perhatian. TNI, Polri, juga security sekolah harus ditambah. Karena sekolah ini ada di Desa Waiheru dan sering mengganggu keamanan di daerah ini. Sudah sangat meresahkan masyarakat. Saya sebagai pemerintah desa sangat mendukung apa yang sudah dikatakan, agar ke depan tidak ada lagi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kemarin,” tegasnya.
Di penghujung pernyataannya, Kades Waiheru kembali menegaskan bahwa, pertemuan dan kesepakatan bersama ini harus menjadi titik akhir, dari rangkaian peristiwa tawuran yang meresahkan.
“Harapannya, dengan adanya kesepakatan dan komitmen tadi, mudah-mudahan ke depan tidak lagi terjadi hal-hal seperti ini. Ini kali yang terakhir sudah. Karena SMK Negeri 3 ini terletak di Desa Waiheru, dan paling sering meresahkan masyarakat. Apa yang saya sudah sampaikan tadi, tentunya menjadi perhatian dari pihak sekolah, sehingga hal-hal yang seng katong inginkan ke depan tidak akan terulang lagi,” tutup Ely.
Secara umum, rapat koordinasi dan doa bersama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen semua pihak dalam mencegah tawuran pelajar, menjaga ketertiban sekolah, serta melindungi masyarakat Desa Waiheru dari dampak buruk konflik pelajar.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta, dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















