Wali Kota Ambon Tegaskan Tidak Bisa Diintervensi dalam Proses Penetapan Raja Negeri Amahusu

- Jurnalis

Rabu, 4 Juni 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews.id, Ambon – Pemerintahan Kota Ambon kembali menjadi sorotan setelah pernyataan tegas disampaikan langsung oleh Wali Kota Bodewin Wattimena terkait isu dugaan intervensi politik dalam penetapan Raja Negeri Amahusu.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar Rabu (4/6/2025) di Ambon, Bodewin secara lantang menolak anggapan bahwa dirinya tunduk pada tekanan politik, termasuk dari Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Patrik Moenandar.

Menurut Wattimena, seluruh proses pemerintahan di lingkup Kota Ambon berjalan berdasarkan aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan, tanpa campur tangan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu.

Ia menegaskan bahwa segala keputusan menyangkut pemerintahan negeri dilakukan secara objektif, serta mengandalkan rekomendasi dari tim percepatan dan Bagian Pemerintahan Kota Ambon.

Baca Juga :  DWP Kota Ambon Gelar Aksi Donor Darah untuk Warga Kota

Wattimena menilai isu yang beredar mengenai pengaruh politik dalam penunjukan raja sebagai hal yang tidak berdasar dan justru mencederai integritas birokrasi.

Ia juga menolak keras tudingan bahwa dirinya menyetujui atau terlibat dalam skenario politik untuk mengamankan posisi tertentu bagi kader partai menjelang Pemilu 2029.

Pesan singkat yang diduga dikirim oleh Patrik Moenandar kepada seorang individu, yang menyatakan bahwa penempatan calon raja “sudah aman”, menjadi pemicu reaksi keras dari Wali Kota.

Baca Juga :  Kim Markus Cs Jadi Tersangka, Kapolda: Pelaku Pidana Harus Bertanggung Jawab di Depan Hukum

Isu tersebut semakin berkembang setelah publik menilai ada indikasi pemanfaatan kekuasaan demi kepentingan elektoral dalam jangka panjang.

Bodewin menekankan bahwa sebagai pemimpin daerah, ia hanya akan menjalankan tugas sesuai hukum dan tetap berada dalam jalur yang netral dan profesional.

Ia juga meminta semua pihak untuk menghormati proses administrasi yang sedang berjalan dan tidak mencampuradukkan urusan pemerintahan dengan kepentingan politik pribadi.

Sebagai penutup, Wattimena kembali menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi intervensi di Pemerintah Kota Ambon dan semua kebijakan akan tetap dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

Berita Terkait

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik
Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya
Penelitian P3M Polnam Fokus Atasi Ancaman Gelombang Ekstrem di Pantai Akoon Nusalaut
Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku
Bank Maluku Malut dan Pemprov Maluku Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Syahrisal Imbar Tegaskan Komitmen Transformasi Modern
Pemkot Ambon Siapkan Talud Rp300 Juta Tangani Longsor BTN Lateri Dua
Gubernur Maluku Serahkan Rumah Program MBBR kepada Warga Tuhaha
Bank Maluku Malut Harus Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Maluku dan Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:41 WIB

Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:19 WIB

Penelitian P3M Polnam Fokus Atasi Ancaman Gelombang Ekstrem di Pantai Akoon Nusalaut

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:21 WIB

Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:27 WIB

Bank Maluku Malut dan Pemprov Maluku Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Syahrisal Imbar Tegaskan Komitmen Transformasi Modern

Berita Terbaru

Berita

Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:21 WIB