PatroliNews.id, Ambon – Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si, menegaskan bahwa, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 di sekolah yang dipimpinnya berjalan sesuai ketentuan resmi dari pemerintah.
Saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Senin, 30 Juni 2025, beliau menyampaikan bahwa, seluruh jalur penerimaan baik afirmasi, mutasi domisili, maupun prestasi dijalankan berdasarkan kuota yang telah ditetapkan dan terdata dalam sistem Dapodikmen. Tahun ini, SMA Negeri 1 Ambon menerima sebanyak 324 siswa, sesuai alokasi 9 rombongan belajar dengan masing-masing 36 siswa.
“Memang banyak peserta didik yang mengincar sekolah-sekolah favorit, termasuk SMA Negeri 1, tetapi kami tetap berpegang teguh pada aturan yang berlaku. Jika melebihi kuota, dampaknya bukan hanya administratif, namun bisa berimbas pada sanksi ke daerah, bahkan penyaluran dana BOS dan bantuan lain bisa dihentikan,” ujar Laturiuw.
Ia menambahkan bahwa, proses verifikasi domisili juga diperketat, dengan pengecekan langsung data dari Dinas Sosial dan Dukcapil terhadap keabsahan surat keterangan domisili para calon siswa.
Sebagai Ketua MKKS SMA Kota Ambon periode 2025–2029, Laturiuw juga mengingatkan pentingnya pemerataan siswa di seluruh sekolah, baik negeri maupun swasta. Di Kota Ambon, terdapat 16 sekolah negeri dan 20 sekolah swasta. Ia menyoroti pentingnya dukungan orang tua agar tidak hanya berfokus pada sekolah favorit, melainkan juga membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa.
“Setiap anak punya peluang sukses di mana pun ia belajar. Kesuksesan tidak ditentukan semata oleh sekolah favorit, tetapi oleh semangat dan dukungan keluarga,” tuturnya.
Terkait persepsi kelas favorit di SMA Negeri 1 Ambon, Laturiuw menegaskan bahwa, pihaknya berupaya menghindari kesan diskriminatif. Ia berharap, seluruh kelas bisa difasilitasi secara merata, termasuk sarana seperti AC.
“Kalau satu kelas full AC, maka semua harus full AC. Kita mengusung pendidikan bermutu untuk semua, tanpa perbedaan,” tegasnya.
Laturiuw juga mengapresiasi masyarakat dan pejabat pemerintahan yang tahun ini sangat responsif dan patuh terhadap aturan, sehingga proses penerimaan siswa berjalan lancar dan transparan tanpa kendala berarti.
Dengan ketegasan dan keterbukaan sistem ini, SMA Negeri 1 Ambon terus berkomitmen menjadi ikon pendidikan yang bermutu dan menjunjung tinggi prinsip keadilan, serta integritas dalam setiap proses akademik dan manajerialnya.















