PatroliNews.id, Ambon – Bentrokan antara warga Hunuth dan Hitu meninggalkan luka sosial yang mendalam. Walikota Ambon, Drs. Bodewin M.Wattimena, M.Si. menyatakan dengan tegas bahwa, pemerintah kota berdiri bersama warga Hunuth dalam perjuangan mereka memperoleh keadilan. Baginya, hak masyarakat untuk dilindungi dan diperlakukan adil adalah kewajiban negara yang tidak bisa ditawar.
Langkah pemulihan sudah disiapkan oleh pemerintah kota, mulai dari penanganan pengungsi, bantuan darurat, hingga dana stimulan untuk pembangunan kembali rumah-rumah yang hancur. Namun, Bodewin menegaskan bahwa, pemulihan fisik tidak cukup. Kejelasan hukum harus ditegakkan agar masyarakat tidak kembali merasa dirugikan dan keamanan sosial dapat benar-benar terjamin, tegasnya saat di wawancarai awak media di rumah rakyat karpan Ambon, Kamis (21/8/25).
Karena konflik ini melibatkan dua wilayah, Walikota mendorong pemerintah provinsi segera mempertemukan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah dalam forum resmi. Koordinasi lintas daerah dianggap penting agar penyelesaian tidak hanya sebatas jangka pendek, melainkan menyentuh akar masalah yang berpotensi memicu persoalan serupa di masa mendatang.
Di sisi lain, kepedulian sejumlah pengusaha lokal yang turun tangan membantu memperbaiki rumah warga mendapat apresiasi. Walikota menilai dukungan ini menunjukkan bahwa, membangun kembali kota adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya tugas pemerintah semata. Solidaritas seperti ini disebutnya sebagai contoh nyata kebersamaan yang harus terus dijaga.
Pertemuan antara Raja Hitu Lama, Raja Hitu Messing, dan Kepala Desa Hunuth Durian Patah yang menghasilkan kesepakatan damai juga disambut positif. Kesepakatan itu dinilai penting agar warga yang masih mengungsi dapat kembali dengan rasa aman.
Meski demikian, Walikota menegaskan bahwa, komitmen damai harus berjalan beriringan dengan langkah penegakan hukum. Ia menyerukan, agar aparat keamanan, khususnya kepolisian, menindaklanjuti setiap laporan secara terbuka dan adil. Bagi pemerintah kota, kepastian hukum adalah pondasi untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Peristiwa Hunuth–Hitu menjadi pengingat keras bahwa, keadilan adalah kunci menjaga harmoni. Pemerintah, aparat, dan seluruh elemen masyarakat dituntut untuk hadir, bukan sekadar memadamkan konflik, tetapi memastikan setiap warga merasa terlindungi dan setiap pelanggaran hukum ditangani dengan tuntas.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















