PatroliNews.id, Maluku – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Wakil Gubernur Abdullah Vanath berpartisipasi dalam kegiatan Safari Ramadan di Negeri Hitu lama. Acara ini dirangkaikan dengan Gerakan Pangan Murah serta Edukasi Keuangan Syariah pada Jumat (07/03/25).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur Maluku periode 2013-2018 Said Assagaf, Bupati Maluku Tengah, jajaran Forkopimda Maluku, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, para pimpinan OPD, perwakilan BUMN/BUMD, Raja Negeri Hitulama, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Selama kegiatan berlangsung, Gubernur dan Wakil Gubernur menyempatkan diri mengunjungi stan Pasar Murah, membeli berbagai kebutuhan pokok seperti bawang merah, minyak goreng, dan biskuit, yang kemudian diserahkan kepada Raja Negeri Hitulama untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku dengan OJK Perwakilan Maluku, Bank Indonesia, Kodam XV Pattimura, serta TVRI Maluku. Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Raja Negeri Hitulama, S. Pelu, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadan.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan harapannya agar ibadah yang dijalankan oleh umat Muslim membawa limpahan rahmat dari Allah SWT, sekaligus menjadikan setiap individu sebagai sumber kebaikan bagi sesama.
Terkait program Gerakan Pangan Murah, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa berdoa agar inflasi tetap terkendali, tidak hanya selama bulan Ramadan, tetapi juga di waktu-waktu berikutnya. Pemilihan lokasi untuk penyelenggaraan pasar murah dilakukan secara selektif guna memastikan harga terjangkau bagi masyarakat tanpa mengganggu stabilitas pendapatan pedagang setempat.
Gubernur juga menegaskan bahwa, gerakan pangan murah bukan sekadar intervensi ekonomi, melainkan bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama.
Selain itu, ia turut mengajak seluruh umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan sebagai sarana pembentukan diri serta mempererat hubungan antarumat beragama. Ia pun mengingatkan pentingnya nilai-nilai kebersamaan sebagaimana filosofi hidup orang Maluku, potong di kuku rasa di daging, sagu salempeng dipatah dua, ale rasa beta rasa.
Kegiatan ini ditutup dengan tausiyah serta buka puasa bersama, menambah kekhidmatan suasana Ramadan di Negeri Hitulama.















