Patrolinews.id, Ambon – Kepala SD Negeri 65 Ambon, Paskalina T. Talaud, mengungkapkan rasa syukur atas meningkatnya jumlah peserta didik baru pada Tahun Ajaran 2026/2027. Hal itu disampaikannya di sela pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Jumat (17/7/2026).
Menurut Paskalina, jumlah siswa baru tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu sekolah hanya menerima 22 siswa, maka tahun ini tercatat sebanyak 28 calon siswa diterima. Namun, hingga pelaksanaan MPLS, sebanyak tiga siswa belum hadir sehingga jumlah peserta didik yang aktif mengikuti kegiatan menjadi 25 orang.
“Kami bersyukur karena tahun ini ada peningkatan jumlah siswa baru. Harapan kami, melalui MPLS ini anak-anak dapat mengenal lingkungan sekolah dengan baik dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, inklusif, dan kondusif untuk belajar,” ujarnya.
Ia menegaskan, budaya sekolah yang ramah akan terus dibangun tidak hanya bagi siswa kelas I, tetapi juga seluruh peserta didik dari kelas II hingga kelas VI. Menurutnya, keberhasilan menciptakan lingkungan belajar yang positif membutuhkan kerja sama seluruh tenaga pendidik sebagai satu tim.
“Kami ingin semua guru saling bahu-membahu menciptakan budaya sekolah yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, dan mampu berkembang sesuai potensinya. Impian saya adalah tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam proses pembelajaran,” katanya.
Paskalina juga menegaskan komitmen sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Meski belum memiliki guru pendamping khusus, seluruh wali kelas berupaya memberikan pelayanan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing peserta didik.
“Yang terpenting adalah bagaimana kami memahami kebutuhan setiap anak dan memberikan pelayanan terbaik. Kami ingin anak-anak merasa betah berada di sekolah, bahkan menganggap sekolah sebagai rumah kedua karena mereka merasa aman, nyaman, dan bahagia,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan pendidikan, SD Negeri 65 Ambon juga menyiapkan sejumlah program unggulan pada tahun ajaran ini. Salah satunya adalah pengembangan kelas digital sebagai bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi di dunia pendidikan.
“Kami ingin menggiatkan digitalisasi pembelajaran. Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi kepada orang tua mengenai etika penggunaan media sosial, gadget, dan literasi digital. Tahun ini kami berupaya menghadirkan kelas digital sehingga pembelajaran berbasis coding dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dapat mulai diperkenalkan kepada siswa,” ungkapnya.
Menurut Paskalina, pengenalan teknologi sejak dini penting agar peserta didik tidak tertinggal menghadapi perkembangan zaman. Namun demikian, pemanfaatan teknologi tetap harus diimbangi dengan penguatan karakter.
“Target kami bukan hanya mencetak anak-anak yang cerdas dan berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berakhlak baik, serta mencerminkan Profil Pelajar Indonesia yang berintegritas dan bertanggung jawab,” tutupnya.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran






