PatroliNews.id AMBON – Lapangan Tawiri, Ambon, menjadi kejayaan bagi Basudara Maluku Global (BMG) dalam ajang Youth Elite League Maluku 2025, yang digelar Minggu, 25 Mei 2025.


Dalam ajang bergengsi tersebut, tim-tim asuhan BMG mencetak prestasi membanggakan: Juara 1 U-13, Juara 2 U-15, dan Juara 2 U-17. Salah satu pemain muda berbakat BMG, Stalyn D. Seriholo, bahkan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik U-13, menerima medali, piala, dan uang pembinaan.

Founder BMG, Iwan A. Muskitta, yang saat ini berdomisili di Australia, dalam wawancara eksklusif bersama PatroliNews melalui sambungan telepon menyatakan rasa bangganya terhadap pencapaian luar biasa ini. Ia menekankan bahwa, kegiatan seperti yang diselenggarakan oleh Asprov PSSI Maluku sangat penting untuk perkembangan mental dan keterampilan anak-anak Maluku dalam bermain sepak bola.
“Memang dari dulu kita sudah harap kegiatan rutin seperti ini. Anak-anak butuh wadah bukan hanya untuk berlatih, tapi juga bertanding secara konsisten. Ini sangat baik untuk menambah jam terbang dan mental bertanding mereka,” ujar Muskitta.
Sejak didirikan pada 07 Januari 2022, BMG telah menjadi rumah bagi anak-anak usia dini berbakat di Maluku. Iwan Muskitta mengungkapkan bahwa, proses masuk ke BMG tidak mudah. Ada masa seleksi selama enam minggu, di mana anak-anak diuji dari kedisiplinan, konsistensi latihan, hingga kesiapan menghadapi pertandingan persahabatan. BMG juga membina anak-anak tanpa memungut biaya, karena misi utama mereka adalah membentuk karakter tangguh dan skill yang mumpuni bagi generasi muda Maluku.
“Kami bukan sekadar cari pemain untuk satu pertandingan. Kami bentuk mereka dari usia dini. Yang ikut BMG sejak awal sudah seperti keluarga besar,” tambahnya.

Keikutsertaan tim U-17 BMG di Youth Elite League Maluku 2025 menjadi catatan tersendiri, karena ini adalah tahun pertama tim tersebut dibentuk. Hasil yang diraih langsung menembus babak final, sebuah pencapaian spektakuler yang menjadi bukti efektivitas program pembinaan jangka panjang BMG.

Muskitta juga menyampaikan harapannya agar ketiga tim BMG, yakni U-13, U-15, dan U-17, dapat mewakili Maluku diajang Soeratin Cup tingkat nasional. Kompetisi tersebut akan dimulai dari tingkat regional di Ambon, dan tim-tim yang menjadi juara 1 akan bertanding di tingkat nasional, seperti U-13 yang pernah berlaga di Jogja, serta U-15 dan U-17 yang berkompetisi di Solo.
BMG sendiri bukan pendatang baru dalam dunia kompetisi. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka sukses menjuarai berbagai turnamen seperti Soeratin Cup, Menpora Cup (event dari Kemenpora) bahkan Youth Elite League Maluku. Hampir setiap kali bertanding, tim-tim BMG selalu masuk ke babak final, sebuah konsistensi yang mencerminkan kualitas latihan dan dedikasi para pelatih.
Acara Youth Elite League Maluku 2025 resmi ditutup oleh Ketua Asprov PSSI Maluku, Sofyan Lestaluhu, serta dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Negeri Tawiri, sporter dari berbagai tim, dan tamu undangan lainnya.
Dengan semangat dan kerja keras yang terus dipupuk, BMG tak hanya melahirkan pemain sepak bola, tapi juga membentuk karakter generasi muda Maluku. Sebuah investasi jangka panjang demi masa depan olahraga Indonesia, dari timur yang penuh harapan.







