Patroli news id, Ambon – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Ferdinand Tasso, saat ditemui media di ruang kerjanya pada Selasa, 17 Juni 2025, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tes Seleksi Penerimaan Masuk Baru (SPMB) yang digelar hari ini berjalan lancar, baik secara online maupun manual.
Ia menjelaskan bahwa, tes tersebut merupakan lanjutan dari jadwal sebelumnya yang sempat tertunda pada hari Sabtu lalu. Menurutnya, pelaksanaan tes hari ini berlangsung tanpa hambatan. Tes online tidak menggunakan server internal, melainkan memanfaatkan Google Form, baik yang tautannya disediakan langsung oleh Dinas Pendidikan maupun yang dibuat secara mandiri oleh sekolah, seperti SMP Negeri 15 Ambon. Sementara itu, SMP Negeri 13 melaksanakan tes secara manual.
Dari hasil pantauan, seluruh proses berjalan dengan baik. Hasil dari tes ini akan diumumkan pada hari Kamis mendatang. Selanjutnya, pihak sekolah akan melakukan proses perengkingan untuk menentukan siswa yang masuk dalam kuota penerimaan. Setelah pengumuman, akan dibuka pendaftaran ulang, baik bagi siswa yang diterima maupun yang belum diterima. Siswa yang tidak lulus memiliki kesempatan untuk mendaftar ke sekolah lain yang masih memiliki kuota, tanpa perlu mengikuti tes standar lagi.
Ferdinand juga menambahkan bahwa, hasil tes akan dibandingkan dengan nilai rapor siswa untuk mengevaluasi konsistensi antara hasil pembelajaran dan penilaian yang diterima. Jika ditemukan perbedaan yang signifikan, maka akan menjadi bahan evaluasi terhadap potensi subjektivitas dalam pemberian nilai.
Ke depan, Disdik Kota Ambon tidak lagi akan melaksanakan tes SPMB serupa. Sebagai gantinya, pada November 2025 akan dilaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Tes ini berskala nasional dan berlaku bagi siswa SD yang akan masuk SMP, SMP ke SMA, dan SMA ke perguruan tinggi. Tujuannya adalah untuk menilai mutu pendidikan dari setiap satuan pendidikan dan sebagai dasar evaluasi serta intervensi kualitas secara menyeluruh.
Ferdinand juga mengungkapkan bahwa, saat ini pihaknya telah memetakan Rapor Pendidikan Kota Ambon, yang menunjukkan adanya zona merah, kuning, dan hijau. Untuk sekolah-sekolah di zona merah, pendampingan sudah dilakukan, termasuk presentasi langsung dari kepala sekolah dan pengawas.
Selanjutnya, fokus akan diarahkan ke sekolah-sekolah di zona kuning. Evaluasi dan pendampingan akan terus dilakukan agar perubahan mutu dapat dicapai. Jika tidak ada perubahan signifikan, maka kepala sekolah atau tenaga pendidiknya akan dievaluasi. Sebaliknya, jika ada perubahan positif, maka mereka dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik.
Kepala Dinas juga menegaskan bahwa, mutu pendidikan di Kota Ambon terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data, skor mutu pendidikan pada tahun 2023 berada di angka 60,61, meningkat menjadi 71,73 pada 2024, dan mencapai 75,01 di tahun 2025. Target tahun 2026 adalah mencapai skor 80, yang berarti Kota Ambon bisa sejajar dengan kota-kota lain seperti Yogyakarta yang telah berada pada level madya.
Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon sudah berada pada jalur yang tepat, dan akan terus ditingkatkan agar setiap tahun membawa perubahan nyata dalam sistem pendidikan di daerah ini.







