PatroliNews.id, Ambon – Musyawarah Cabang (Muscab) Gerakan Pramuka Kota Ambon Tahun 2025 resmi digelar pada Sabtu, 21 Juni 2025, bertempat di Aula SMK Negeri 4 Ambon, Kudamati. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Gerakan Pramuka di Kota Ambon Menuju Beta par Ambon, Ambon par Samua” dan moto “Satyaku Kudarmakan, Dharmaku Kubaktikan”.
Meskipun diguyur hujan sejak pagi hingga sore hari, seluruh rangkaian Muscab berjalan lancar dan sukses hingga selesai. Musyawarah yang berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan ini menghasilkan sejumlah keputusan penting, termasuk terpilihnya Frans Johanis Papilaya sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Ambon periode 2025–2030.
Ketua Carteker Kwartir Cabang Kota Ambon, A.G. Latuheru, SH, M.Si menyampaikan bahwa, sejak pagi hingga sore, meskipun hujan terus mengguyur, Muscab tetap berlangsung kondusif.
“Kita sudah bisa mengeluarkan kurang lebih 12 surat keputusan. Yang paling penting adalah penetapan program kerja sebagai pedoman bagi pengurus baru yang dipimpin oleh Pak Angki dan timnya. Selain itu, telah terpilih ketua kwarcab yang baru, tim formatur, serta Lembaga Pemeriksa Keuangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa, pelaksanaan kegiatan berjalan sukses tanpa dinamika yang mengganggu, dan justru menghasilkan keputusan-keputusan yang sangat berarti.
Sementara itu, dalam sambutan perdananya, Frans Johanis Papilaya selaku Ketua Kwarcab terpilih menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut bahwa, dua keputusan strategis yang dihasilkan yakni penetapan program kerja lima tahunan sebagai arah pengembangan Gerakan Pramuka, serta penunjukan tim formatur dan LPK yang akan menyusun kepengurusan baru.
Sebagai Ketua terpilih, Frans menyampaikan terima kasih kepada Kak Tony, mantan Ketua Kwarcab yang telah memimpin selama 10 tahun dan kini menjabat sebagai Ketua Carteker. Ia menyatakan komitmennya, untuk melanjutkan capaian-capaian yang telah dirintis, terutama penguatan sumber daya manusia dan pembenahan infrastruktur, termasuk pengembangan bumi perkemahan.
“Saya akan berusaha semaksimal mungkin melanjutkan program-program yang belum terselesaikan bersama teman-teman pengurus baru. Kami membutuhkan dukungan dari semua kwartir ranting dan seluruh stakeholder. Gerakan Pramuka tidak bisa dijalankan sendiri, melainkan harus ditopang oleh kerja kolektif,” ujar Frans.
Ia menutup dengan harapan, agar Gerakan Pramuka di Kota Ambon semakin solid, penuh semangat, dan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.







