Longsor di Gunung Malintang Akibat Curah Hujan Tinggi dan Sampah, Pemkot Ambon Tanggap Darurat

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews.id, Ambon – Pergerakan tanah yang terjadi di lereng Gunung Malintang pada Senin (9/6/2025) diduga disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diperburuk oleh adanya tumpukan sampah dan limbah rumah tangga yang menumpuk di area tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga di sekitar lokasi.

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyatakan bahwa pemerintah telah berkali-kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah di daerah rawan longsor. Namun, masih ada sebagian warga yang mengabaikan himbauan tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Kemandirian Pangan Daerah, Gubernur Canangkan Gerakan Tanam Sukun di Negeri Tengah-Tengah

Ia menegaskan bahwa berbagai upaya sudah dilakukan, seperti memasang papan larangan dan melaksanakan sosialisasi, namun kesadaran masyarakat masih kurang. Bodewin mengingatkan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar bencana serupa tidak terus terjadi.

Dalam menanggapi bencana ini, Wali Kota menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan penanganan darurat. Tindakan yang harus dilakukan meliputi pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan pada rumah warga terdampak.

Selain itu, Bodewin meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar selalu siap siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Camat dan lurah di wilayah terdampak juga diminta memperketat pengawasan sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko bencana.

Baca Juga :  Benhur Watubun Dorong Sinergi Akademisi dan DPRD Maluku dalam Praktik Hukum

Data awal dari BPBD mengungkapkan bahwa kawasan Gunung Malintang masuk dalam zona rawan longsor akibat perubahan penggunaan lahan serta pengelolaan sampah yang belum optimal.

Pemerintah setempat masih terus memantau situasi cuaca dan potensi bahaya berikutnya. Warga yang tinggal di lereng gunung diimbau untuk tetap waspada dan siap menjalani evakuasi jika kondisi memburuk.

Berita Terkait

Kepala SMP Negeri 3 Ambon Prioritaskan Sekolah Ramah Anak, Disiplin, dan Penguatan Karakter
Kepala SMP Negeri 6 Ambon Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Prioritas, Wujudkan Sekolah Ramah dan Bebas Tawuran
Groundbreaking Blok Masela Diyakini Dongkrak PAD Maluku, Bapenda Siapkan Strategi Optimalisasi Pajak Daerah
MPLS SD Negeri 4 Ambon Berjalan Sukses, Kepala Sekolah: Wujudkan Sekolah Ramah yang Menumbuhkan Karakter dan Kemandirian Anak
SD Negeri 65 Ambon Tingkatkan Penerimaan Siswa Baru, Siapkan Kelas Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter
Bahlil Lahadalia Tiba di Tanimbar, Hadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela
Pangdam XV/Pattimura Sambut Kedatangan Menteri ESDM RI di Kepulauan Tanimbar
Kinerja Syahrisal Imbar Terjaga Positif, Bank Maluku Malut Tegaskan Pemberitaan Tidak Sesuai Fakta dan Tempuh Langkah Hukum

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

Kepala SMP Negeri 3 Ambon Prioritaskan Sekolah Ramah Anak, Disiplin, dan Penguatan Karakter

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:59 WIB

Kepala SMP Negeri 6 Ambon Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Prioritas, Wujudkan Sekolah Ramah dan Bebas Tawuran

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:59 WIB

Groundbreaking Blok Masela Diyakini Dongkrak PAD Maluku, Bapenda Siapkan Strategi Optimalisasi Pajak Daerah

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:28 WIB

MPLS SD Negeri 4 Ambon Berjalan Sukses, Kepala Sekolah: Wujudkan Sekolah Ramah yang Menumbuhkan Karakter dan Kemandirian Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:58 WIB

SD Negeri 65 Ambon Tingkatkan Penerimaan Siswa Baru, Siapkan Kelas Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter

Berita Terbaru