PatroliNews.id, Ambon – Pergerakan tanah yang terjadi di lereng Gunung Malintang pada Senin (9/6/2025) diduga disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diperburuk oleh adanya tumpukan sampah dan limbah rumah tangga yang menumpuk di area tersebut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa rumah warga di sekitar lokasi.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyatakan bahwa pemerintah telah berkali-kali mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah di daerah rawan longsor. Namun, masih ada sebagian warga yang mengabaikan himbauan tersebut.
Ia menegaskan bahwa berbagai upaya sudah dilakukan, seperti memasang papan larangan dan melaksanakan sosialisasi, namun kesadaran masyarakat masih kurang. Bodewin mengingatkan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar bencana serupa tidak terus terjadi.
Dalam menanggapi bencana ini, Wali Kota menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera melakukan penanganan darurat. Tindakan yang harus dilakukan meliputi pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan pada rumah warga terdampak.
Selain itu, Bodewin meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar selalu siap siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Camat dan lurah di wilayah terdampak juga diminta memperketat pengawasan sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi risiko bencana.
Data awal dari BPBD mengungkapkan bahwa kawasan Gunung Malintang masuk dalam zona rawan longsor akibat perubahan penggunaan lahan serta pengelolaan sampah yang belum optimal.
Pemerintah setempat masih terus memantau situasi cuaca dan potensi bahaya berikutnya. Warga yang tinggal di lereng gunung diimbau untuk tetap waspada dan siap menjalani evakuasi jika kondisi memburuk.







