PatroliNews.id, Ambon – Dalam rangka pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPmB) Tahun Ajaran 2025/2026, Kepala Sekolah SD Negeri 10 Ambon, Jonathan Sopacua, S.Pd, menjelaskan bahwa, proses pendaftaran dilakukan secara offline guna mempermudah para orang tua. Hal ini disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Sabtu, 21 Juni 2025.
“Untuk SPmB ini Beta lakukan secara offline karena Beta pikir banyak orang tua yang belum paham sungguh tentang link-link online. Jadi Beta mau permudah supaya orang tua bisa daftar anak-anaknya, baik di SD Negeri 10 maupun sekolah-sekolah terdekat,” ungkap Sopacua.
Menurutnya, pendekatan offline merupakan langkah solutif agar tidak menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang belum terbiasa dengan sistem digital.
Terkait kuota penerimaan murid baru, Jonathan menyampaikan bahwa, hingga saat ini sudah ada 31 anak yang mendaftar. Padahal, sesuai regulasi terbaru, kapasitas ideal untuk jenjang Sekolah Dasar adalah 28 siswa per ruang kelas.
“Memang sudah 31 anak yang daftar, tapi Beta belum tahu yang betul-betul masuk berapa, karena Beta belum mendata secara keseluruhan. Nanti pas libur masuk tanggal 14, baru Beta data semua supaya tahu pasti berapa yang masuk di SD Negeri 10 Ambon,” jelasnya.
SD Negeri 10 Ambon sendiri memiliki 6 ruang kelas dan didukung oleh 15 tenaga pendidik dan pegawai. Dengan komposisi tersebut, menurut Sopacua, jumlah siswa yang diterima harus seimbang dengan jumlah guru dan ruang belajar.
“Beta punya rombongan belajar (rombel) itu sesuai dengan gurunya. Jadi kalau muridnya banyak, otomatis Katong butuh lagi guru tambahan dan butuh rombel tambahan. Beta atur supaya siswa, rombel, dan guru itu pas, sesuai kuota,” tutupnya.







