PatroliNews.id, Ambon – Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Ambon, Herra Menny Pelupessy, S.Pd, saat ditemui di ruang kerjanya di Galala, Ambon, Selasa (17/6), menyampaikan bahwa, pelaksanaan tes Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tahun ini berjalan cukup baik meskipun sempat mengalami kendala teknis.
Ia menjelaskan bahwa, sebelumnya pihak sekolah telah menjadwalkan pelaksanaan tes secara daring pada hari Sabtu lalu, namun terpaksa ditunda akibat gangguan jaringan. Setelah mendapat pemberitahuan dari Dinas Pendidikan, tes kemudian dilanjutkan pada hari Selasa (17/6) sesuai arahan.
“Kuota penerimaan di SMP Negeri 3 Ambon tahun ini sebanyak 192 siswa, dengan pembagian enam kelas. Namun, yang saat ini sudah terdaftar di Dapodik baru sekitar 60 siswa,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan tes online hari ini, tercatat sekitar 95 peserta mengikuti ujian. Namun demikian, tidak semua calon siswa dapat mengikuti tes dengan sempurna karena beberapa tidak membawa telepon genggam atau perangkatnya mengalami kendala seperti baterai habis.
“Puji Tuhan, secara umum pelaksanaan hari ini berjalan lancar. Kami mulai tes pukul 08.30 sesuai arahan dari Dinas yang membuka link pada jam tersebut. Kendala jaringan memang ada, tapi tidak berlangsung lama dan segera bisa diatasi,” tambah Pelupessy.
Ia menyebutkan bahwa, peserta yang tidak bisa mengikuti tes online hari ini akan difasilitasi melalui tes manual, yang jumlahnya hanya beberapa orang saja.
Tes hari ini dilaksanakan dalam empat kelas dengan masing-masing berisi sekitar 23 siswa. Sementara itu, pengumuman hasil kelulusan dijadwalkan akan diumumkan pada 19 Juni 2025 dan teknis penyampaian hasilnya akan diatur lebih lanjut, baik melalui grup atau informasi langsung ke orang tua siswa.
Sebagai catatan penting, Pelupessy berharap, agar pelaksanaan tes di tahun-tahun mendatang dapat dipertimbangkan untuk dilakukan secara manual guna menghindari masalah jaringan yang sering terjadi. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan online ini diikuti karena merupakan kebijakan dari Dinas, meski sekolah diberikan pilihan untuk memilih manual ataupun online.
“Kami mengikuti arahan dari Dinas untuk melaksanakan secara online, namun ke depan saya berharap kita bisa mempertimbangkan kembali metode pelaksanaan agar lebih efisien dan tidak terkendala jaringan,” tutupnya.







