PatroliNews.id, Maluku — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Nusantara Jaya Provinsi Maluku resmi bertolak menuju Jakarta pada hari ini, dalam rangka mengikuti Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dijadwalkan berlangsung 10–13 Juli 2025. Keikutsertaan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi seni qasidah sebagai media dakwah yang mendidik dan menyatukan.
Perjalanan Menuju Konsolidasi Nasional LASQI
Keberangkatan rombongan DPW LASQI Maluku menjadi bagian dari agenda nasional LASQI yang mempertemukan seluruh pengurus provinsi dari seluruh Indonesia. Rapimnas ini dipusatkan di Jakarta, dan akan memfokuskan pembahasan pada arah kebijakan strategis organisasi, termasuk inovasi dalam dakwah seni Islami.
Memperkuat Peran Qasidah sebagai Media Pendidikan Moral dan Dakwah
Ketua DPW LASQI Nusantara Jaya Maluku, Hj. Rohani Vanath, kepada media Patrolinews.id , pada Sabtu (5/7/25), menyampaikan bahwa, keikutsertaan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen DPW Maluku untuk menjadikan seni qasidah sebagai alat pembinaan karakter dan pendidikan akhlak generasi muda.
“Seni qasidah bukan hanya budaya, tapi juga dakwah yang membentuk kepribadian Islami dan memperkuat jati diri bangsa,” ujar istri Wakil Gubernur Maluku itu.
Kebutuhan Mendesak akan Dakwah yang Relevan dengan Zaman
Di tengah tantangan arus digitalisasi dan krisis nilai di kalangan generasi muda, LASQI Maluku melihat bahwa, kurangnya ruang edukasi kreatif bernuansa religius telah menjadi salah satu faktor melemahnya identitas budaya dan spiritual di kalangan anak muda.
Jika hal ini terus dibiarkan, maka potensi seni Islami seperti qasidah akan terpinggirkan oleh budaya populer yang tidak selalu konstruktif. Karena itu, penguatan seni qasidah dianggap sebagai bagian dari solusi membangun dakwah yang menyentuh dan bermakna, melalui pendekatan seni.
Inovasi Dakwah melalui Media Digital dan Sinergi Program
Sebagai solusi, Hj. Rohani Vanath menekankan pentingnya pemanfaatan media digital untuk mempopulerkan seni qasidah secara kreatif di tengah generasi muda. Ia berharap, Rapimnas kali ini dapat menghasilkan:
- Rumusan kebijakan nasional LASQI yang konkret dan menjawab kebutuhan zaman;
- Program pelatihan dan festival seni Islami yang berkelanjutan di daerah;
- Pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai kanal dakwah yang lebih luas;
- Kolaborasi lintas sektor dengan lembaga pendidikan dan komunitas budaya.
“Kami ingin LASQI menjadi rumah besar bagi generasi muda – tempat mereka bisa tumbuh dalam lingkungan Islami, kreatif, dan membanggakan,” tegas Hj. Rohani.
Dari Maluku untuk Indonesia, Membumikan Seni Islami yang Mendidik dan Damai
Partisipasi DPW LASQI Maluku dalam Rapimnas bukan hanya simbol kehadiran, tapi bentuk kontribusi nyata daerah dalam membentuk arah nasional seni Islami. Keberangkatan ini membawa semangat dari Maluku untuk ikut menyuarakan pentingnya membumikan seni qasidah yang sejuk, damai, dan membangun, sebagai warisan budaya yang mendidik dan mempersatukan.
Rombongan DPW Maluku dijadwalkan mengikuti seluruh agenda Rapimnas, bersama perwakilan provinsi lain, untuk menyatukan visi dan memperkuat jaringan nasional LASQI di masa depan.
Dari Jakarta, LASQI Maluku ingin menyampaikan pesan: Seni qasidah adalah cahaya bagi generasi, dan dakwah adalah seni untuk membentuk peradaban.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















