PatroliNews.id,Ambon – Plt. Camat Teluk Ambon, Idrus Buamona, S.STP., M.I.Kom., saat ditemui di sela kegiatan Amboina Jukulele Festival Kecamatan Teluk Ambon yang digelar di Wailela, Ambon, menyampaikan kepada media bahwa, Kecamatan Teluk Ambon mendapat kehormatan istimewa sebagai kecamatan pertama yang menyelenggarakan Festival Jukulele tahun 2025.
Festival ini resmi dibuka hari ini oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Selly. S.P Kalahatu, M.Si., dengan pusat kegiatan bertempat di Auditorium Politeknik Negeri Ambon.
“Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong kreativitas anak-anak muda, khususnya adik-adik di tingkat Sekolah Dasar maupun SMP, agar mereka bisa mengasah bakat dan ilmu seni mereka, khususnya dalam bermain musik,” ungkap Idrus.

Festival Jukulele tahun ini adalah kali kedua diselenggarakan di Kecamatan Teluk Ambon, setelah sebelumnya sukses digelar dua tahun lalu pada tahun 2023. Menurut Idrus, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk lebih dekat dengan sejarah dan budaya musik tradisional yang tumbuh di Kota Ambon.
Tujuan Utama: Melestarikan Sejarah dan Mendukung Kota Musik Dunia
Idrus menjelaskan bahwa, festival ini menjadi bagian penting dari upaya bersama untuk menata kota melalui program budaya yang telah dicanangkan Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena M.Si.
Jukulele diharapkan, tak sekadar menjadi alat musik pendukung, tetapi dapat tampil sebagai ikon utama di setiap pentas seni dan budaya.

“Ambon telah ditetapkan sebagai Kota Musik Dunia, dan Jukulele adalah salah satu simbol yang kita angkat bersama. Kami ingin memastikan bahwa, warisan sejarah ini tidak hanya diingat, tapi juga diwariskan secara aktif kepada generasi muda,” jelasnya.
Selain menjadi warisan budaya, festival ini juga bertujuan memperkuat rasa percaya diri anak-anak, membuka ruang ekspresi seni, dan menjadikan musik sebagai bagian dari kehidupan mereka sejak dini.
Harapan: Kolaborasi dan Dukungan Semua Pihak
Dalam kesempatan itu, Idrus menekankan pentingnya sinergi semua pihak agar tujuan besar festival ini tercapai. Ia berharap, ada kerjasama erat antara dinas pendidikan, desa, negeri, kelurahan, serta para pemerhati musik di Ambon.

“Harapan kami sederhana: mari kita sama-sama menuliskan sejarah ini, menjaga dan mempopulerkan Jukulele di kalangan anak-anak usia sekolah. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin alat musik tradisional ini bisa kembali diminati oleh seluruh lapisan masyarakat,” tuturnya.
Solusi dan Langkah Strategis
Sebagai langkah konkret, Idrus menyampaikan perlunya setiap pemangku kepentingan, mulai dari dinas pendidikan, pihak kecamatan, desa/negeri, kelurahan, hingga komunitas musik, untuk memberikan perhatian khusus dan memasukkan Jukulele sebagai bagian dari program seni di sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa, Jukulele bukan hanya tampil sebagai pelengkap, tetapi harus menjadi alat musik utama yang dibanggakan dalam setiap festival maupun pagelaran,” tambahnya.
Dengan begitu, warisan budaya ini tidak hanya terjaga, tetapi juga dapat menjadi identitas budaya yang semakin kuat di tengah masyarakat modern.
Apresiasi dan Penutup
Mengakhiri keterangannya, Idrus mengucapkan terima kasih mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival ini, khususnya kepada Pemerintah Kota Ambon dan Ketua TP PKK Kota Ambon, Ibu Lisa Wattimena.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Ambon, terutama kepada Ibu Lisa Wattimena, atas perhatian, dukungan, dan kerja keras yang selalu diberikan untuk mendukung kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi energi positif untuk anak-anak kita,” tutup Idrus penuh harap.
Dengan pelaksanaan Festival Jukulele tahun 2025 ini, Kecamatan Teluk Ambon berharap dapat terus menjadi bagian penting dalam menjaga, merawat, dan memajukan budaya musik tradisional sebagai kebanggaan Kota Ambon yang berpredikat Kota Musik Dunia.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.







