Tantangan Globalisasi dan Peran Strategis GTK
PatroliNews.id, Maluku – Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan (GTK) Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Yuspi Tuarita, S.IP, M.Si, menegaskan bahwa, GTK memiliki fungsi vital dalam membina dan mengembangkan mutu tenaga pendidik. Dalam pertemuan dengan wartawan, Jumat, 24 Juli 2025 di Batumeja, Ambon,
ia menyampaikan bahwa, perkembangan teknologi menuntut guru untuk selalu memperbarui kemampuan, khususnya dalam coding dan kecerdasan buatan (AI).
“Di era globalisasi saat ini, semua guru memang diharuskan untuk meng-update dirinya. Tidak boleh ada lagi guru yang mengatakan tidak tahu coding atau AI, sebab kalau tidak, kita akan dilibas oleh kemajuan teknologi,” ujar Yuspi.
Melalui kerja GTK, diharapkan guru-guru di Maluku tidak hanya menguasai materi ajar, tetapi juga memiliki kesiapan teknologi sebagai bagian dari standar kompetensi masa kini.
Perluasan Pelatihan Hingga ke Wilayah Terpencil
Menghadapi tahun 2025 yang penuh tantangan, termasuk pemangkasan anggaran, GTK menerapkan pola pelatihan baru. Jika sebelumnya hanya guru perwakilan yang berkesempatan mengikuti pelatihan terpusat di Ambon, kini GTK menghadirkan materi dan narasumber langsung ke 11 kabupaten/kota di Maluku.
“Dengan pola baru ini, semua guru, termasuk yang bertugas di daerah kepulauan, bisa mendapatkan materi dan pengetahuan yang sama. Ini penting untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi GTK untuk menciptakan pembelajaran yang mendalam dan relevan, selaras dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan zaman.
Kompetensi Guru Sejalan dengan Kesejahteraan
Selain peningkatan kemampuan, GTK juga memprioritaskan kesejahteraan guru, terutama yang bertugas di daerah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal). Bersama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Drs James Lewakabessy, MM, GTK merumuskan kebijakan seperti pemberian insentif tambahan, penyediaan rumah guru, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Kami ingin mereka tidak hanya kompeten, tetapi juga merasa dihargai,” ungkap Yuspi.
GTK juga bertekad, agar peserta didik di wilayah 3T memperoleh kesempatan belajar setara dengan anak-anak di wilayah perkotaan, sehingga pemerataan mutu pendidikan dapat terwujud.
Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan Maluku
Sebagai upaya berkelanjutan, GTK terus memperkuat sinergi dengan Balai Guru Penggerak, perguruan tinggi, serta pihak-pihak yang peduli pendidikan. Di samping itu, GTK merancang metode pembelajaran berbasis teknologi digital untuk memperluas jangkauan dan efektivitas pelatihan guru.
“Kami mengapresiasi arahan Bapak Gubernur Maluku Hendrik Lewerisa, SH, LL. M., yang terus mendukung upaya ini. Harapan kami, guru-guru Maluku mampu beradaptasi dengan perubahan global, tanpa kehilangan nilai kemanusiaan dalam mendidik,” tutup Yuspi Tuarita.
Dengan pendekatan inovatif dan kolaborasi lintas sektor, GTK optimistis dapat membawa pendidikan Maluku menjadi lebih maju, menghadirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, serta siap bersaing di era digital.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.







