PatroliNews.id, Maluku – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Maluku memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Kota Ambon yang menyalurkan insentif kepada 800 penjaga dari 468 rumah ibadah. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian nyata terhadap peran strategis lembaga keagamaan dalam menjaga harmoni sosial dan keberagaman.
Menurut Fungsionaris DPD KNPI Maluku, Josias Tiven, SH, kebijakan ini patut diapresiasi karena mencerminkan keberpihakan pemerintah bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga pada aspek sosial dan spiritual masyarakat.
“Kebijakan ini memperlihatkan bahwa, perhatian pemerintah menyentuh sisi kemanusiaan dan keberagaman,” ujar Josias.
Ia menambahkan bahwa, para penjaga rumah ibadah, yang selama ini bekerja dalam diam menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban, akhirnya mendapatkan pengakuan dan dukungan yang layak dari negara.
Penyaluran insentif dilakukan secara simbolis oleh Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Ambon, melalui dua skema:
- Bantuan tunai langsung, atau
- Pembukaan rekening di Bank Maluku-Malut.
Masing-masing penjaga menerima insentif sebesar Rp150.000. Meski tergolong sederhana, bantuan ini memiliki nilai simbolis yang besar sebagai bentuk perhatian terhadap mereka yang menjaga nilai-nilai spiritual kota.
Langkah ini merupakan implementasi dari salah satu dari 17 program prioritas Wali Kota Ambon, Bpk. Bodewin Wattimena, dan Wakil Wali Kota, Ibu Ely Toisuta, yaitu penguatan kelembagaan keagamaan. Dalam pernyataannya, Wali Kota menegaskan bahwa insentif ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi wujud keberpihakan terhadap penjaga harmoni dan toleransi antarkeyakinan.
Yang istimewa, semua rumah ibadah, masjid, gereja, pura, hingga wihara, mendapat perhatian yang sama tanpa membedakan latar belakang agama. Hal ini menegaskan identitas Kota Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi, dan kedamaian di tengah keberagaman.
Sebagai bagian dari elemen pemuda, DPD KNPI Maluku menyambut baik kebijakan ini dan berharap agar program tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi berlangsung secara berkelanjutan.
“Kebijakan ini menjadi bukti bahwa, pendekatan inklusif dan berbasis kemanusiaan bisa dijalankan secara realistis dan berdampak langsung. Kami berharap, daerah lain di Indonesia bisa menjadikan Ambon sebagai contoh inspiratif, dalam merawat kerukunan beragama dan memuliakan pelayan rumah ibadah,” tutup Josias Tiven.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















