PatroliNews.id, Ambon – Bertempat di Jalan Leo Wattimena, Passo Ambon, pada Kamis (17/7/25), Kepala Sekolah SD dan SMP Rajawali Bangsa, Astutik Endah, P., menyampaikan secara langsung kepada media bahwa pelaksanaan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) resmi dimulai sejak 14 Juli 2025 dan kini sudah memasuki hari keempat.
Kegiatan MPLS ini dirancang bukan hanya sebagai seremonial tahunan, tetapi sebagai langkah awal yang sangat penting untuk membantu para siswa baru mengenali lingkungan sekolah, memahami kebiasaan serta kultur yang berlaku, dan beradaptasi dengan suasana belajar yang kondusif.
“MPLS ini adalah masa di mana anak-anak mengenal gedung, guru, dan tata tertib sekolah. Misalnya, mereka belajar di mana tempat berlari saat olahraga, bagaimana etika ke toilet, hingga aturan untuk tidak berlari di koridor. Semua ini menjadi bekal awal untuk mereka memulai tahun ajaran dengan baik,” ujar Astutik.
Meneguhkan Tujuan dan Harapan Melalui Tema ‘HOPE’: Honesty, Obedience, Perseverance, and Empathy
Lebih lanjut, Astutik Endah menjelaskan bahwa tahun ini, sekolah Rajawali Bangsa mengangkat tema HOPE, yang menjadi singkatan dari Honesty (Kejujuran), Obedience (Ketaatan), Perseverance (Ketekunan), dan Empathy (Empati). Tema ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang berintegritas, tekun dalam belajar, taat terhadap peraturan, serta memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Kami tekankan, meskipun fokus utama ada pada nilai-nilai ini, bukan berarti karakter lain diabaikan. Justru, kami ingin nilai-nilai tersebut menjadi fondasi bagi anak-anak dalam menggapai cita-cita dan harapan mereka, serta menguatkan mereka untuk selalu berharap kepada Tuhan dalam setiap usaha yang mereka lakukan,” ungkapnya penuh keyakinan.
Harapannya, para siswa bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peduli dan perilaku yang santun.
Solusi dan Komitmen Sekolah dalam Mendampingi Peserta Didik Baru
Sebagai upaya konkret, pihak sekolah juga mengadakan placement test atau tes diagnostik selama dua hari kemarin, yang bertujuan memetakan kemampuan awal siswa sehingga proses pembelajaran di awal tahun ajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
“Dengan adanya tes ini, kami berharap dapat mengetahui potensi, minat, dan kesulitan yang mungkin dialami anak sejak dini, sehingga pembelajaran ke depan lebih terarah dan efektif,” tambah Astutik.
Saat ini, jumlah siswa baru yang mengikuti MPLS terdiri atas kelas 1 SD sebanyak 33 orang, SMP 12 orang, serta TK sebanyak 25 orang, dengan total guru TK hingga SMP sebanyak 23 orang. Ia menegaskan bahwa meski SMP masih baru, pihak sekolah berkomitmen penuh untuk mendampingi setiap siswa dengan pendekatan yang humanis dan penuh perhatian.
“Kami percaya, pendidikan bukan hanya soal angka dan nilai, tetapi tentang bagaimana membentuk karakter, membangun harapan, dan membantu anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari,” tutup Astutik Endah, P. dengan penuh harap.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.















