Ambon, 18 Juli 2025 | PatroliNews.id – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Muhajirin Ambon menghadapi tantangan serius dalam pelaksanaan proses belajar mengajar tahun ajaran baru ini. Dengan jumlah peserta didik yang terus meningkat setiap tahunnya, madrasah yang terletak di kawasan Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon ini kini mengalami kekurangan ruang kelas yang cukup signifikan.
Kepala MTs Al-Muhajirin Ambon, Mirna Saali, S.Pd., dalam wawancaranya bersama PatroliNews.id pada Jumat (18/7), menjelaskan bahwa jumlah siswa yang saat ini terdaftar mencapai 353 orang, terdiri dari siswa kelas 7, 8, dan 9. Proses kegiatan belajar mengajar dilayani oleh 21 tenaga pengajar yang aktif menjalankan peran mereka dalam mendidik siswa secara akademik maupun dalam pembentukan karakter.
Tahun ajaran baru 2025/2026 diawali dengan pelaksanaan kegiatan Masa Taaruf Siswa Madrasah (MATSAMA) untuk peserta didik baru kelas 7, yang digelar selama tiga hari, mulai dari Senin, 14 Juli hingga Rabu, 16 Juli 2025.
“MATSAMA menjadi momentum penting untuk mengenalkan lingkungan madrasah kepada siswa baru, termasuk penguatan nilai-nilai spiritual, tata tertib, dan budaya belajar di madrasah,” jelas Mirna.
Setelah kegiatan MATSAMA selesai, proses belajar mengajar reguler untuk siswa kelas 8 dan 9 dimulai pada Kamis, 17 Juli 2025. Namun, aktivitas pembelajaran belum dapat berjalan optimal karena terbatasnya ruang kelas yang tersedia.
“Saat ini sedang berlangsung pembangunan ruang kelas baru. Karena keterbatasan ruang yang ada, kami terpaksa menggabungkan kelas 8 dan kelas 9. Dari yang semula ada empat kelas, sementara ini kami hanya bisa menggunakan tiga ruang,” ujarnya.
Kondisi ini tentu berdampak pada kenyamanan dan efektivitas belajar siswa, karena setiap kelas menjadi lebih padat dari biasanya. Kendati demikian, para guru tetap berupaya menciptakan suasana belajar yang kondusif.
“Kami berusaha mengatur jadwal dan pembagian kelas sebaik mungkin agar proses belajar tetap berjalan lancar,” tambahnya.
Mirna menuturkan bahwa, pembangunan ruang kelas tambahan diharapkan dapat rampung dalam waktu dua bulan ke depan.
“Jika tidak ada kendala, Insya Allah dua bulan lagi ruang kelas sudah bisa digunakan. Harapan kami, siswa bisa segera kembali belajar dengan tenang dan nyaman di ruang kelas masing-masing,” ucapnya penuh harap.
Ia juga menekankan, pentingnya dukungan dari pihak pemerintah, khususnya Kementerian Agama Kota Ambon, dalam mengatasi persoalan ini.
“Kami sangat berharap, ada perhatian dari pemerintah terhadap kondisi riil madrasah saat ini. Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anak ke madrasah cukup tinggi, namun sarana kami masih terbatas,” katanya.
MTs Al-Muhajirin Ambon berada di bawah naungan Kementerian Agama dan selama ini dikenal aktif membina siswa tidak hanya dalam aspek kognitif, tetapi juga spiritual dan moral. Para guru di madrasah ini terus bekerja keras untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta karakter positif kepada para siswa.
“Kami percaya bahwa pendidikan yang baik adalah kombinasi antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak. Karena itu, meski dalam keterbatasan, kami tetap semangat memberikan yang terbaik bagi siswa-siswi kami,” tegas Mirna.
Di akhir wawancaranya, ia menitipkan harapan besar kepada seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun stakeholder pendidikan lainnya. “Kami butuh kerja sama dari berbagai pihak agar proses belajar mengajar di MTs Al-Muhajirin berjalan optimal. Semoga anak-anak kami bisa tumbuh menjadi generasi yang cerdas, religius, dan berakhlak mulia,” tutupnya.







