PatroliNews.id, Maluku, Jumat 29 Agustus 2025 – Pemerintah Desa Hunuth/Durian Patah melalui Kepala Desa Hunuth, Yondri Victor H. Kappuw, ST, menegaskan komitmennya untuk segera memulihkan kondisi masyarakat pasca insiden kebakaran yang terjadi pada 19 Agustus 2025 lalu. Dalam keterangannya, Yondri menyebutkan bahwa sebagian besar warga sudah berada di tempat pengungsian, namun masih tersisa delapan kepala keluarga (KK) yang menunggu penanganan lebih lanjut.
“Ada hunian sementara dan kita akan kembalikan mereka secepat mungkin ke rumah masing-masing. Saya upayakan hari Sabtu atau Minggu sudah bisa mereka kembali dan mulai berproses di lokasi rumah-rumah yang terbakar,” jelasnya.
Distribusi Bantuan dan Prioritas Penyaluran
Lebih lanjut, Yondri menjelaskan bahwa, bantuan kepada masyarakat telah tersalurkan melalui berbagai jalur, baik langsung di lokasi pengungsian, melalui posko resmi, maupun melalui gereja setempat. Pemerintah desa memastikan, penyaluran bantuan tetap terarah dan adil bagi warga yang benar-benar terdampak.
“Kami prioritaskan dulu bagi masyarakat yang rumahnya terbakar habis. Setelah itu, baru sisanya akan dibagikan kepada warga yang terdampak rusak ringan. Dari sekitar 40 lebih rumah yang kena dampak, sebagian hanya rusak ringan dan itu bisa segera kita tangani,” ujarnya menegaskan.
Harapan untuk Keamanan Wilayah
Kepala Desa Hunuth juga menyampaikan harapannya, agar keamanan di wilayah perbatasan Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah dapat diperketat. Menurutnya, mobilitas masyarakat dari Maluku Tengah ke Kota Ambon cukup tinggi, baik sebagai pedagang maupun pengusaha angkutan umum, sehingga perlu pengawasan ekstra.
“Harapan kami, keamanan di wilayah kota Ambon khususnya di perbatasan dengan Maluku Tengah harus dipercepat penanganannya. Orang-orang yang masuk ke kota Ambon harus diawasi, agar aktivitas mereka benar-benar memberikan dampak baik, bukan malah menimbulkan masalah,” tegasnya.
Edukasi dan Penegakan Hukum
Selain itu, ia meminta agar Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah turut memberikan edukasi yang intensif kepada masyarakatnya dalam membangun kehidupan bersama yang damai. Ia menilai bahwa, konflik yang berulang di wilayah Hunuth sebagian besar dipicu oleh pihak luar.
“Jujur, ini sudah kali keempat kejadian seperti ini. Kami selalu membangun kebersamaan dan selalu koperatif ketika masyarakat kami bermasalah. Namun faktanya, kejadian-kejadian yang merusak ini seringkali datang dari luar. Karena itu, kami berharap pelaku pengrusakan harus ditangkap untuk memberi efek jera,” ungkap Yondri.
Tegas Menolak Tuduhan dan Seruan bagi Aparat
Yondri dengan tegas membantah tuduhan bahwa, masyarakat Hunuth menjadi pelaku dalam insiden terakhir. Ia bahkan siap bertanggung jawab penuh bila ada warganya yang terbukti bersalah.
“Saya sudah jelaskan bahwa, yang menikam bukan masyarakat Hunuth, dan saya bisa menjamin itu. Kalau benar masyarakat saya yang melakukan, saya siap mencari dan membawa mereka sampai ketemu. Tapi mengapa masih ada pihak yang main hakim sendiri? Ini yang harus menjadi perhatian pihak kepolisian,” jelasnya.
Ia juga menekankan, pentingnya intelijen bekerja lebih selektif untuk menemukan aktor provokator yang menghasut masyarakat sehingga menimbulkan kericuhan.
Penutup: Harapan untuk Damai dan Keadilan
Mengakhiri keterangannya, Kepala Desa Hunuth menyampaikan harapan agar seluruh pihak dapat mengambil hikmah dari peristiwa ini dan tidak mudah terprovokasi. Pemerintah desa, kata Yondri, akan terus berupaya menjaga persatuan serta mendukung aparat keamanan dalam menciptakan kedamaian. “Kami ingin semua masyarakat bisa hidup tenang, damai, dan tidak lagi dipecah oleh provokasi. Mari kita bangun bersama Kota Ambon dan Maluku Tengah dengan cara-cara yang lebih bermartabat,” pungkasnya.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta, dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















