Sinergi untuk Penguatan Peran Generasi Muda dan Perempuan
Dalam rangkaian kegiatan pelantikan dan rapat kerja wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Maluku periode 2025–2030 yang dilaksanakan di lantai 5 DPRD Provinsi Maluku pada Sabtu, 2 Agustus 2025, hadir berbagai elemen penting yang menegaskan, semangat kolaborasi lintas generasi.
Salah satu yang tampil memberikan pemikiran dan arah gerak strategis adalah Direktur Wilayah LPKS (Lembaga Perempuan Keluarga Sakinah), Muliati Syamsuddin. Kehadirannya tidak hanya menjadi simbol kehadiran kaum perempuan, tetapi juga wujud nyata kesadaran kolektif bahwa kemajuan organisasi pemuda dan remaja masjid harus sejalan dengan penguatan peran aktif perempuan di tengah masyarakat.
Menjadikan Masjid Sebagai Pusat Kegiatan yang Menyatukan
Dalam sambutannya, Muliati Syamsuddin menegaskan bahwa, pelantikan dan raker ini bukan semata seremoni organisasi, tetapi menjadi panggilan untuk berbuat nyata di tengah masyarakat.
“Pelantikan dan raker bukan hanya simbol loyalitasnya organisasi, namun menjadi momentum bagi generasi muda terutama perempuan, sudah harus tampil bersama masyarakat untuk mendeklarasikan mesjid, adalah tempat berkumpul untuk melakukan kegiatan keagamaan, bukan sekedar sholat dan mengaji,” ujarnya.
Harapannya, masjid dapat menjadi pusat kegiatan yang lebih luas, ruang bertukar gagasan, membina solidaritas, dan memperkuat pendidikan keagamaan serta sosial.
Ia juga berharap, setelah kegiatan ini semua pengurus dapat “action ke lapangan sesuai program bidang masing-masing,” sebagai wujud tanggung jawab moral dan sosial untuk menghadirkan program nyata bagi jamaah dan masyarakat.
Peran Strategis LPKS dan Perempuan sebagai Penggerak
Lebih jauh, Muliati menekankan, pentingnya peran perempuan dalam organisasi pemuda remaja masjid. LPKS hadir bukan hanya mendampingi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk memastikan isu-isu pemberdayaan keluarga, pendidikan anak, dan penguatan ekonomi perempuan dapat diarusutamakan dalam program BKPRMI.
Kehadiran perempuan di ruang pengambilan keputusan organisasi diharapkan, menjadi motor yang mampu merancang program-program yang relevan dengan kebutuhan keluarga dan masyarakat masa kini. Konsep masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, diskusi, dan pembinaan generasi muda, menjadi titik penting, yang ingin dikuatkan melalui kegiatan ini.
Edukasi Nasionalisme Lewat Kegiatan 4 Pilar
Sebagai salah satu wujud aksi nyata, Muliati juga dipercayakan sebagai moderator dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yang dilaksanakan pada kesempatan yang sama.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri Anggota DPR RI Saadiah Uluputty, ST., selaku legislator yang menjadikan 4 Pilar sebagai tanggung jawab moral untuk mengokohkan rasa kebangsaan generasi muda.
Hadir pula Perwakilan Pangdam XVI/Pattimura dan Ketua BKPRMI Pusat, Bapak Nanang Mubarak, yang sama-sama membawa tema penting: penguatan wawasan nasionalisme di kalangan anak muda sebagai alat pemersatu bangsa.
Langkah ini menjadi solusi konkret, untuk menumbuhkan semangat cinta tanah air dan kesadaran akan pentingnya hidup rukun dalam keberagaman, sekaligus membangun generasi muda Maluku yang berpikir terbuka dan bertindak konstruktif.
Sinergi, Aksi, dan Harapan untuk Generasi yang Lebih Peduli
Pada akhirnya, rangkaian pelantikan dan rapat kerja wilayah BKPRMI Maluku serta kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini bukan hanya menjadi forum diskusi dan penegasan komitmen, tetapi juga titik awal untuk bergerak bersama.
Harapan besar muncul, agar para pengurus dan kader di semua tingkatan benar-benar turun ke masyarakat, menghadirkan program nyata, serta menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan, penguatan moral, dan pemersatu umat. Dengan langkah bersama dan kerja kolaboratif lintas generasi dan lintas sektor, organisasi pemuda remaja masjid dapat semakin relevan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Maluku.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















