PatroliNews.id, Ambon – Sidang Terbuka Senat Universitas Pattimura di Auditorium Unpatti, Senin (11/8/2025), menjadi momen bersejarah bagi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dengan pengukuhan Prof. Dr. Ir. Frederika S. Pello, M.Si.sebagai Guru Besar.
Dalam pidato ilmiahnya yang berjudul Dampak Fitoplankton Berbahaya terhadap Produktivitas Perairan dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan, Prof. Pello menegaskan bahwa, perkembangan fitoplankton tertentu dapat menimbulkan ancaman serius bagi ekosistem laut dan keberlanjutan perikanan, khususnya di perairan Teluk Ambon dan wilayah sekitarnya.
Prof. Pello memaparkan bahwa, tujuan utama kajian ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan pemangku kepentingan tentang dampak aktivitas pembangunan di daratan yang berimplikasi pada penurunan kualitas perairan.
Ia mencontohkan kondisi di Ambon, di mana perairan sering dijadikan tempat pembuangan sampah, sehingga mengakibatkan tekanan lingkungan yang memicu blooming fitoplankton berbahaya.
“Jika kondisi perairan tidak tertekan, komposisi plankton dapat berkembang dengan baik. Namun, tekanan lingkungan membuat jenis-jenis tertentu berkembang biak secara cepat dan memicu penurunan oksigen yang membahayakan ikan, terutama di keramba,” jelasnya.
Melalui hasil penelitiannya di Teluk Ambon dan perairan Halmahera, Prof. Pello menemukan kadar toksin mollusca yang melebihi ambang batas WHO, yakni 390 mikrogram per 100 gram daging, jauh di atas batas aman 80 mikrogram. Ia berharap, temuannya dapat menjadi acuan bagi penelitian lanjutan dan penyusunan kebijakan perlindungan masyarakat pesisir.
“Saya ingin agar temuan ini tidak berhenti pada data, tetapi ditindaklanjuti oleh instansi terkait demi keselamatan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut,” ungkapnya.
Sebagai langkah mitigasi, Prof. Pello menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi, terutama pada musim timur ketika curah hujan tinggi dan aliran air darat membawa nutrien berlebih ke laut, yang dapat memicu blooming fitoplankton berbahaya.
Ia juga mengusulkan kerja sama lintas instansi, termasuk dinas kota dan provinsi Maluku, untuk memantau kualitas perairan dan memberikan informasi cepat kepada masyarakat terkait potensi bahaya.
“Kita tidak bisa menunggu sampai korban berjatuhan seperti peristiwa tahun 1994, ketika tiga anak meninggal dan puluhan orang dewasa dirawat di rumah sakit akibat keracunan mollusca beracun,” tegasnya.
Pengukuhan Prof. Frederika sebagai guru besar tidak hanya menjadi tonggak pencapaian akademik, tetapi juga momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan perikanan dan keselamatan masyarakat pesisir.
Dengan penelitian yang mendalam dan pendekatan kolaboratif, diharapkan kualitas perairan Maluku dapat terjaga, sehingga sumber daya laut tetap lestari untuk generasi mendatang.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.















