Akreditasi Sebagai Upaya Rutin Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Patrolinews.id, Ambon, 9 Agustus 2025 — Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Pattimura, Prof Dr.Karolis Anaktototy, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa, program akreditasi bukan sekadar kegiatan formal, melainkan bagian dari upaya rutin untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan di setiap program studi terus meningkat.
Saat ditemui di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, ia menjelaskan bahwa proses akreditasi menjadi sarana penting untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara menyeluruh.
“Iya, jadi sebenarnya program akreditasi program studi itu sebuah kegiatan rutin. Jadi sebenarnya kita terus meningkatkan penyelenggaraan pendidikan di setiap program studi, karena itu mesti ada akreditasi supaya terus dibenahi dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Tahun ini, proses akreditasi dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), menggantikan peran BAN-PT yang berlaku pada periode sebelumnya.
Harapan Besar Meraih Predikat Unggul untuk Prodi Bahasa Jerman
Prof Karol menjelaskan bahwa, pada periode akreditasi sebelumnya, Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman meraih predikat “Sangat Baik”. Namun, target kali ini adalah melampaui capaian tersebut menuju predikat “Unggul”.
“Kalau yang kali lalu kan sangat baik ya, tapi ada harapan bisa melampaui itu menjadi unggul. Jadi sebenarnya itu cita-cita dari kami semua, unsur pimpinan, Dekan, para wakil dekan, ketua program studi, bahkan semua dosen yang ada di program studi, karena memang kita di FKIP ini kan belum ada prodi yang unggul, jadi diarahkan memang bahasa Jerman ini bisa unggul,” tegasnya.
Harapan ini mencerminkan komitmen kuat seluruh unsur di FKIP untuk menjadikan Bahasa Jerman sebagai program studi percontohan yang mampu bersaing secara nasional.
Proses Asesmen Lapangan dan Langkah-Langkah Perbaikan
Selama dua hari proses asesmen, tim asesor dari Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Yogyakarta melakukan pemeriksaan mendalam terhadap berbagai aspek penilaian.
“Kemarin itu asesor sudah mencroscek dokumen yang ada, jadi ada kelengkapan-kelengkapan yang masih kurang itu ditambahkan, ada wawancara juga dengan tenaga pendidikan, pengguna lulusan, kemudian alumni,” jelas Prof Karol.
Hari kedua diisi dengan observasi praktik mengajar dosen Bahasa Jerman di kelas, yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas pembelajaran, termasuk ruang kelas, perpustakaan, ruang teaching, dan sarana pendukung lainnya. Dari hasil asesmen ini, sejumlah masukan diperoleh sebagai solusi perbaikan, mulai dari penyempurnaan dokumen pendukung hingga optimalisasi fasilitas belajar mengajar.
Menuju FKIP yang Memiliki Prodi Unggulan dan Kompetitif
Prof Karol optimis bahwa, hasil dari akreditasi ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, tetapi juga menjadi inspirasi dan panduan bagi program studi lain di FKIP. Sinergi yang dibangun antara pimpinan fakultas, pengelola prodi, dosen, dan seluruh tenaga pendukung diyakini akan menciptakan ekosistem akademik yang lebih kuat.
Ia berharap, ke depan FKIP Universitas Pattimura mampu melahirkan prodi-prodi unggul yang tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga berdaya saing di tingkat internasional. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Maluku dan Indonesia secara umum.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







