PatroliNews.id, Ambon, Rabu 17 September 2025 – Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Zeth Pormes, menegaskan bahwa penegakan hukum yang tegas menjadi kunci utama dalam menyikapi konflik yang kembali pecah di kawasan Hunuth. Menurutnya, peristiwa ini bukan kasus baru, melainkan rangkaian dari kerusuhan sebelumnya di Air Besar (Arbes) dan Silo, yang hingga kini belum memberi efek jera bagi para pelaku.
Pormes menilai lemahnya penindakan membuat kekerasan mudah terulang, karena banyak kasus hanya dibiarkan setelah situasi dianggap aman. Ia menekankan bahwa negara dan kepolisian harus hadir tidak hanya untuk menenangkan massa, tetapi juga memberikan kepastian hukum melalui penetapan tersangka terhadap para pelaku yang terbukti bersalah.
Dalam rapat Komisi I DPRD Kota Ambon, Pormes menyampaikan empat rekomendasi, yakni menjaga keamanan di seluruh titik rawan, memperdalam penyelidikan untuk menemukan tersangka baru, berkoordinasi dengan pemerintah kota dan Polresta Ambon untuk mendirikan pos penjagaan permanen di Hunuth, Silo, dan Air Besar, serta mengajak seluruh elemen masyarakat dan pers untuk ikut menjaga ketertiban. Ia menegaskan, potensi kerawanan di wilayah perbatasan seperti Silo sangat tinggi, sehingga pencegahan bersama menjadi langkah penting agar konflik tidak terus berulang.















