PatroliNews.id, Ambon – Kepala SMP Negeri 3 Ambon, Herra Menny Pelupessy, S.Pd, menyampaikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan program Makanan Bergizi (MBG) di sekolahnya. Saat ditemui di Galala, Ambon, Senin (24/11), Pelupessy menilai program MBG yang mulai berjalan sejak 15 September 2025 secara umum sukses, namun ada kendala kecil terkait jenis buah yang diberikan kepada siswa.
“Program MBG berjalan bagus, cuma ada sedikit kendala. Bukan soal makanannya, tapi buahnya. Kemarin dapat lemong. Saya sarankan di grup untuk diganti pisang saja, karena lemon itu asam dan kadang bikin perut anak-anak tidak enak, apalagi yang punya asam lambung,” ujarnya.
Selain itu, Pelupessy menyoroti pendataan siswa dalam program MBG yang masih belum diperbarui. Awalnya, jumlah siswa tercatat 332 orang, dan ada tambahan dua siswa baru, sehingga total seharusnya menjadi 334 siswa. Namun data resmi MBG masih menggunakan jumlah lama.
“Tanggal 21 kemarin, dari petugas MBG datang dua orang untuk konsultasi soal jumlah siswa. Saya sudah sampaikan penambahan, tapi katanya belum terhitung karena belum lapor ke atas. Harus ada proposal dan penambahan dana. Mereka datang lagi untuk konfirmasi, tapi sampai sekarang data belum diperbarui,” kata Pelupessy.
Meski begitu, kepala sekolah menegaskan bahwa, program MBG sangat membantu siswa, khususnya yang datang ke sekolah tanpa sarapan. Program ini meningkatkan semangat dan energi belajar siswa.
“Dengan adanya MBG, anak-anak bisa terbantu, uang jajannya bisa sedikit tertutupi, asupan gizi terpenuhi, dan mereka lebih bersemangat ke sekolah. Ini membuat mereka siap menerima pelajaran dengan lebih baik,” tambahnya.
Hingga kini, SMP Negeri 3 Ambon terus melanjutkan program MBG sambil menunggu pembaruan data siswa dan penyesuaian anggaran, agar semua siswa bisa menikmati manfaatnya secara merata.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















