Ekspor Perdana Rempah Maluku ke Vietnam: SHV Buka Akses Pasar Global, Petani Hutan Naik Kelas

- Jurnalis

Kamis, 27 November 2025 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews.id, Ambon, Maluku —  PT Sinar Hijau Ventures (SHV), perusahaan sosial yang fokus membangun rantai nilai rempah berkelanjutan berbasis perhutanan sosial, resmi melepas ekspor perdana rempah Maluku menuju Vietnam melalui Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, pada Kamis (27/11/25).

Pada pengiriman pertama ini, SHV mengirim total tujuh ton rempah, terdiri dari 5,2 ton pala, 1,6 ton cengkih, dan 400 kilogram fuli, seluruhnya berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat.

Petani Hutan Jadi Pemasok Utama

Sebagian besar rempah yang diekspor dipasok langsung oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) dan petani binaan SHV di bawah wilayah kelola KPH Seram Bagian Barat. Kontribusi ini tidak hanya memperkuat volume ekspor, tetapi menjadi bukti bahwa kelompok perhutanan sosial telah memiliki kapasitas produksi stabil, terukur, dan siap bersaing di pasar internasional. Produk yang dikirim telah memenuhi standar pembeli global dan masuk ke jaringan pasar premium Asia.

Buah Pendampingan Sejak 2023

Direktur sekaligus CEO SHV, Dessi Yuliana, menjelaskan bahwa, pencapaian ini merupakan hasil pendampingan panjang sejak 2023, mencakup pelatihan teknik panen yang benar, peningkatan standar pascapanen, penyediaan peralatan, hingga pembukaan akses pasar global.

“Ekspor perdana ini memberi ruang lebih besar bagi petani rempah Maluku. Kami mendampingi mereka dari panen hingga memenuhi standar internasional, sehingga kualitas naik, pendapatan meningkat, dan peluang perdagangan jangka panjang terbuka,” ujarnya.

SHV berkolaborasi dengan Solidaridad melalui inisiatif Rimbawan Market, serta didukung oleh UN Environment Programme, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Balai Perhutanan Sosial Ambon, dan KPH Seram Bagian Barat. Kolaborasi ini menghadirkan solusi, untuk hambatan klasik petani, seperti minim akses pasar, standar kualitas yang tidak seragam, dan keterbatasan sarana produksi.

Baca Juga :  Sekretaris DPRD Maluku Bodewin Watimena Resmi Mundur untuk Pilwakot Ambon 2024

Petani Maju, Hutan Tetap Lestari

Kepala Balai Perhutanan Sosial Ambon, Ojom Somantri, menegaskan bahwa, pendampingan tepat dapat menghasilkan rempah berkualitas tinggi sekaligus menjaga kelestarian hutan.

“Dengan cara panen dan pascapanen yang benar, kualitas naik, hutan tetap terjaga, dan sekarang bisa diekspor.”

Kepala UPTD KPH Seram Bagian Barat, Fence Purimahua, menambahkan bahwa, keberhasilan ini menjadi motivasi bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.

Dukungan Pemerintah Daerah

Sekda Seram Bagian Barat, Leverne Alvin Tuasuun, menekankan pentingnya menjaga konsistensi produksi agar ekspor berkelanjutan. Ia menyebut bahwa, komoditas lain seperti damar, kopra, lontar, dan cengkih hutan juga sedang disiapkan untuk pasar ekspor, termasuk ke Tiongkok.

Baca Juga :  Arahan Dandim 1506/Namlea pada kegiatan Jam Komandan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Yahya Kotta, memberikan apresiasi kepada SHV dan menilai ekspor ini sebagai pencapaian besar sektor non-migas Maluku.

Riset Produk Turunan: Dari Rempah ke Minyak Kenari

SHV juga tengah mengembangkan produk bernilai tinggi melalui riset bersama akademisi dan universitas, termasuk pengembangan minyak kenari, superfood yang kaya omega-6, omega-9, dan antioksidan.

“Kami ingin menyeimbangkan keuntungan ekonomi dengan dampak sosial dan lingkungan. Perhutanan sosial memungkinkan hutan tetap lestari sekaligus menjadi sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas CEO SHV.

Kepala Balai Perhutanan Sosial Wilayah Maluku, Lilian Komaling, menegaskan bahwa, SHV bukan hanya pembeli, tetapi mitra pemberdayaan. Masyarakat kini mulai memanfaatkan bagian lain dari rempah, kulit, daging buah, hingga produk turunan Qwuntuk meningkatkan nilai tambah.

Tonggak Baru Ekonomi Rempah Maluku

Ekspor perdana ini menjadi langkah awal transformasi ekonomi rempah Maluku. Peningkatan mutu panen, penguatan pascapanen, dan optimalisasi potensi lokal kini terbukti mampu menggerakkan ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian hutan.

 

PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran

Berita Terkait

Kepala SMP Negeri 3 Ambon Prioritaskan Sekolah Ramah Anak, Disiplin, dan Penguatan Karakter
Kepala SMP Negeri 6 Ambon Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Prioritas, Wujudkan Sekolah Ramah dan Bebas Tawuran
Groundbreaking Blok Masela Diyakini Dongkrak PAD Maluku, Bapenda Siapkan Strategi Optimalisasi Pajak Daerah
MPLS SD Negeri 4 Ambon Berjalan Sukses, Kepala Sekolah: Wujudkan Sekolah Ramah yang Menumbuhkan Karakter dan Kemandirian Anak
SD Negeri 65 Ambon Tingkatkan Penerimaan Siswa Baru, Siapkan Kelas Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter
Bahlil Lahadalia Tiba di Tanimbar, Hadiri Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela
Pangdam XV/Pattimura Sambut Kedatangan Menteri ESDM RI di Kepulauan Tanimbar
Kinerja Syahrisal Imbar Terjaga Positif, Bank Maluku Malut Tegaskan Pemberitaan Tidak Sesuai Fakta dan Tempuh Langkah Hukum

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

Kepala SMP Negeri 3 Ambon Prioritaskan Sekolah Ramah Anak, Disiplin, dan Penguatan Karakter

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:59 WIB

Kepala SMP Negeri 6 Ambon Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Prioritas, Wujudkan Sekolah Ramah dan Bebas Tawuran

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:59 WIB

Groundbreaking Blok Masela Diyakini Dongkrak PAD Maluku, Bapenda Siapkan Strategi Optimalisasi Pajak Daerah

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:28 WIB

MPLS SD Negeri 4 Ambon Berjalan Sukses, Kepala Sekolah: Wujudkan Sekolah Ramah yang Menumbuhkan Karakter dan Kemandirian Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 06:58 WIB

SD Negeri 65 Ambon Tingkatkan Penerimaan Siswa Baru, Siapkan Kelas Digital dan Perkuat Pendidikan Karakter

Berita Terbaru