Patrolinews. id, Ambon — Rumah Sakit Sumber Hidup GPM Ambon yang berlokasi di Jalan Anthony Reebok No.11, Sirimau, Ambon, saat ini tengah disibukkan dengan kegiatan kerja bakti pembersihan dan pembenahan fasilitas rumah sakit. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk persiapan menjelang penilaian dari tim BPJS Kesehatan, yang dijadwalkan berlangsung dua hari mendatang.
Saat ditemui di lokasi, pada Senin (10/11/2025), dr. Vidya Relmasira, selaku Manager Pelayanan Medis RS Sumber Hidup GPM Ambon, menjelaskan bahwa, kegiatan pembersihan tersebut merupakan bagian dari proses rutin tahunan yang dilakukan rumah sakit dalam rangka rekredensialing atau penilaian ulang, oleh BPJS Kesehatan untuk memperpanjang kontrak kerja sama (PKS).
“Setiap tahun BPJS akan turun melakukan penilaian, untuk memperpanjang kontrak kerja sama. Dalam rekredensialing itu, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi oleh rumah sakit, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan,” tutur dr. Vidya.
Ia menambahkan, kegiatan kerja bakti ini hanya salah satu langkah kecil dari serangkaian upaya yang sedang dijalankan pihak rumah sakit untuk memenuhi standar penilaian BPJS. Selain menjaga kebersihan gedung, pihaknya juga tengah berupaya memenuhi target-target layanan seperti penyelenggaraan antrian online 100%, program rujuk balik pasien kontrol ke faskes tingkat pertama, serta pemenuhan sarana dan prasarana sesuai standar nasional.



Namun demikian, dr. Vidya tidak menampik bahwa, masih terdapat sejumlah kekurangan yang harus segera dibenahi. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi RS Sumber Hidup GPM adalah, pemenuhan kelas rawat inap standar (KRIS).
“Untuk rumah sakit kami, dari total 60 tempat tidur, minimal 40% atau sekitar 24 tempat tidur harus memenuhi standar kelas rawat inap. Saat ini baru dua indikator utama yang sudah terpenuhi, yakni lemari penyimpanan di setiap tempat tidur dan bangunan yang tidak berpori,” jelasnya.
Beberapa aspek lain yang masih dalam proses pemenuhan antara lain pencahayaan sesuai standar, suhu ruangan yang harus berada di kisaran 20–26 derajat Celsius, pemasangan tirai pemisah antar tempat tidur yang harus menempel pada plafon, serta penyediaan kamar mandi ramah disabilitas dengan ruang gerak cukup luas dan dilengkapi pegangan keselamatan (re railing).
Selain itu, rumah sakit juga diharuskan memiliki sistem oksigen sentral di setiap tempat tidur pasien. Sistem tersebut membutuhkan infrastruktur berupa jaringan pipa gas medis, yang terhubung langsung ke ruang penyimpanan utama.
“Untuk membangun sistem oksigen sentral, kami membutuhkan anggaran sekitar dua miliar rupiah. Saat ini, kami masih berupaya mencari dukungan dana, baik dari sinode maupun para donatur,” ungkap dr. Vidya.
Tidak hanya itu, rumah sakit juga harus menyiapkan nurse call system, di setiap tempat tidur pasien, dengan estimasi biaya mencapai Rp100–200 juta.
Meski masih dihadapkan pada berbagai keterbatasan, RS Sumber Hidup GPM terus melakukan pembenahan secara bertahap. Saat ini, sejumlah perbaikan sedang berlangsung, di antaranya pengecatan ulang dinding, pembersihan AC, dan penggantian lampu-lampu ruangan agar rumah sakit tampak lebih bersih dan nyaman.
“Terakhir kali kami melakukan pengecatan pada tahun 2023. Sekarang karena catnya sudah mulai mengelupas, kami gunakan dana yang ada untuk mempercantik tampilan rumah sakit. Harapan kami, ketika tim BPJS turun nanti, rumah sakit ini terlihat rapi, bersih, dan siap dinilai,” pungkas dr. Vidya Relmasira.

Ditempat yang sama, Direktur RS Sumber Hidup GPM Ambon, dr. Ivan Abednego, menyampaikan harapannya terkait kegiatan pembersihan dan pembenahan fasilitas rumah sakit yang sedang berlangsung.
“Dengan adanya pembersihan dan pembenahan fasilitas, kami berharap, rumah sakit dapat memenuhi seluruh standar penilaian BPJS Kesehatan. Hal ini penting, agar kerja sama kami dengan BPJS tetap terjalin dengan baik, dan masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas,” ujar dr. Ivan.
Ia menambahkan bahwa, proses perbaikan ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit, untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, sekaligus memastikan bahwa, fasilitas dan layanan medis siap menghadapi penilaian BPJS.
“Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga RS Sumber Hidup dapat terus memperbaiki diri dan memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat Ambon dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Vecky Palijama, Salah satu Senior Memebr’s GMKI ( Ketua GMKI Cab Ambon Periode 2000 – 2002 menyatakan bahwa, keterlibatan dirinya bersama rekan-rekan GMKI dalam kegiatan pengecatan dinding Rumah Sakit Sumber Hidup GPM Ambon merupakan bentuk aksi sosial dan kepedulian nyata terhadap pelayanan kemanusiaan.

“Kami hadir untuk membantu sebagai wujud dukungan dan kebersamaan dengan GPM dalam mempersiapkan rumah sakit menghadapi penilaian dari tim BPJS Kesehatan. Ini bagian kecil dari tanggung jawab sosial kami agar RS Sumber Hidup tetap menjadi rumah pelayanan yang bersih, layak, dan nyaman bagi masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, GMKI Ambon berharap upaya pembenahan yang dilakukan dapat memberikan hasil terbaik bagi rumah sakit, dan memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan ke depan.
“Kami mendukung penuh setiap langkah peningkatan mutu pelayanan. Semoga rumah sakit ini mendapatkan penilaian yang baik dari BPJS Kesehatan, dan terus menjadi mitra terpercaya dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Ambon,” pungkas Vecky.
Dengan semangat pembenahan dan dukungan berbagai pihak, RS Sumber Hidup GPM Ambon berharap, dapat memperoleh hasil maksimal dalam penilaian BPJS Kesehatan tahun ini, serta memperpanjang kerja sama pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Ambon.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







