PatroliNews.id, Ambon – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Maluku, Robby Tomasoa, SE., M.Si., saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Selasa (25/11/25), menyampaikan pencapaian dan tantangan yang dihadapi DPM-PTSP menjelang akhir tahun.
Menurut Tomasoa, meski kondisi keuangan negara yang sedang menantang berpengaruh terhadap realisasi investasi, capaian DPM-PTSP tetap menunjukkan perkembangan positif. Untuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sebagian besar investasi baru belum masuk, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah turut terdampak.
“Terkait proses perizinan melalui sistem OSS di PTSP, hingga saat ini berjalan lancar. Meski demikian, perubahan regulasi dari PP 5 menjadi PP 28 menuntut pemohon memenuhi lebih banyak persyaratan. Kami berharap, melalui konsultasi dan pendampingan, perubahan regulasi ini dapat mempermudah, sekaligus memastikan kepatuhan bagi para pelaku usaha,” jelas Tomasoa.
Selain itu, Tomasoa menekankan pentingnya penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di seluruh kabupaten/kota di Maluku. Saat ini, hanya wilayah Sirimau yang memiliki RDTR aktif.
“Kami berharap, para wali kota dan bupati dapat segera menyusun RDTR agar investasi dapat masuk dengan lancar dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Maluku. Tanpa RDTR yang memadai, sistem perizinan secara otomatis menolak permohonan investasi, sehingga menghambat pembangunan daerah,” tambahnya.
Dengan strategi yang terukur dan kolaborasi lintas pemerintah daerah, Tomasoa optimistis investasi di Maluku dapat meningkat di masa mendatang, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















