PatroliNews.id, Ambon – Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Ambon menggelar Pelatihan Manajemen Bisnis, Digitalisasi Transaksi, dan Laporan Keuangan bagi UMKM pada Selasa (25/11/2025) di Auditorium Politeknik Negeri Ambon. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi akademik, dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat, yang berlandaskan sejumlah regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, serta berbagai instruksi pemerintah terkait percepatan transformasi digital. Sebanyak 54 UMKM dari Kota Ambon dan sekitarnya mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIT.
Ketua Jurusan Administrasi Niaga, Stenly R. Titioka, SE., M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa, pelatihan dirancang untuk memperkuat pemahaman UMKM mengenai manajemen bisnis dasar, teknik pencatatan keuangan yang benar, serta penerapan aplikasi digital untuk transaksi dan pelaporan keuangan. Pelatihan disampaikan melalui metode materi, diskusi, studi kasus, dan praktik langsung menggunakan aplikasi pencatat keuangan digital, sehingga peserta tidak hanya memahami teori tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam penggunaan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan ini meliputi:
- Peserta memahami konsep manajemen bisnis dasar.
- Peserta mampu membuat pencatatan transaksi sederhana.
- Peserta mengenal dan mampu mengoperasikan aplikasi keuangan digital seperti Buku Kas atau aplikasi sejenis.
- Terbangunnya jejaring komunikasi antara Politeknik Negeri Ambon dan pelaku UMKM di Kota Ambon dan sekitarnya.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Negeri Ambon, Noce N. Tetelepta, ST., MT., yang menegaskan, pentingnya pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi UMKM agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital. Ia menyampaikan bahwa, Politeknik Negeri Ambon sebagai institusi pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga memastikan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, perkembangan ekonomi global yang serba digital menuntut UMKM memiliki kemampuan manajemen yang terstruktur, akses teknologi yang memadai, dan kapasitas pengelolaan keuangan yang akurat dan bertanggung jawab. Karena itu, pelatihan ini diharapkan, dapat membuka wawasan baru mengenai pentingnya pencatatan keuangan teratur, penggunaan aplikasi digital untuk transaksi, serta strategi pemasaran modern berbasis media sosial. Ia menambahkan bahwa, Politeknik Negeri Ambon akan terus mendorong program-program serupa agar UMKM lokal tidak tertinggal dalam arus transformasi digital nasional.

Dalam sesi materi, Ketua Tim Pelaksana sekaligus Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan, Frangky Louth, SE., M.Sc, menjelaskan bahwa, pelatihan ini lahir dari evaluasi berbagai kegiatan pengabdian sebelumnya, yang menunjukkan masih banyak persoalan UMKM, seperti kesulitan memisahkan keuangan pribadi dan usaha, pencatatan keuangan yang masih manual, hingga hambatan memperoleh modal karena tidak memiliki laporan keuangan yang layak.
Frangky menilai pencatatan manual rentan hilang, rusak, dan sulit dievaluasi, sehingga digitalisasi pencatatan keuangan menjadi kebutuhan mendesak agar UMKM memiliki catatan yang rapi, berkelanjutan, dan mudah dianalisis. Ia juga memaparkan materi, mengenai manajemen bisnis modern yang menekankan pemanfaatan media sosial sebagai alat pemasaran digital, serta pentingnya strategi branding dalam memperkuat identitas produk. Menurutnya, kekuatan sebuah merek mampu membentuk persepsi masyarakat sehingga produk lebih mudah dikenali dan diingat.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku UMKM untuk lebih terarah dalam menyusun perencanaan usaha, memahami peluang pasar, serta membedakan antara pendapatan dan laba, kesalahan umum yang kerap menyebabkan kekeliruan dalam pengambilan keputusan bisnis. Ia berharap, pelatihan ini mampu memberikan pemahaman mendasar tentang pengelolaan keuangan yang profesional.
Sebagai penutup, Frangky mendorong pelaku UMKM untuk semakin terbiasa menggunakan sistem pembayaran non-tunai, terutama melalui QRIS sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem bisnis modern, aman, dan akuntabel.
Melalui pelatihan ini, Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Ambon berharap, terbangun jejaring komunikasi yang lebih kuat antara kampus dan pelaku UMKM, serta meningkatnya kapasitas usaha yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan di era digital.
PatroliNews.id – Berita Terkini, Fakta Nyata, dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















