PatroliNews.id, Ambon— Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Maluku di kawasan Karang Panjang, Ambon, Jumat (7/11/2025), berubah menjadi panggung semangat kader. Ratusan anggota dan simpatisan mengenakan pakaian kuning bertuliskan “Sahabat RBS” memadati halaman kantor, memberi sambutan hangat bagi Rohalim Boy Sangadji (RBS), yang datang untuk mengembalikan formulir pendaftaran, sebagai bakal calon Ketua DPD I Golkar Maluku periode 2025–2030.
Kedatangan RBS bersama barisan pendukungnya, menggambarkan energi baru yang tumbuh dalam tubuh partai berlambang pohon beringin itu. Warna kuning yang mendominasi, menandakan gairah dan harapan akan arah baru kepemimpinan Golkar di Maluku. Momen tersebut menjadi penanda bahwa, dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) mulai bergerak dengan penuh keyakinan dan optimisme.
Ketua Tim Pemenangan RBS, Subhan Pattimahu, menjelaskan bahwa seluruh dokumen pencalonan telah diserahkan secara lengkap dan memenuhi ketentuan dukungan yang ditetapkan partai. Ia menegaskan, langkah RBS maju dalam kontestasi ini adalah, bentuk komitmen politik untuk memperkuat basis partai hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami datang dengan tekad bulat dan dukungan yang solid dari enam DPD II di Maluku. Seluruh persyaratan sudah kami penuhi, dan kekuatan kader di daerah menjadi dorongan besar bagi RBS, untuk melangkah dengan keyakinan penuh,” ujar Subhan .
RBS sendiri menyebut, keputusannya maju bukan semata ambisi pribadi, tetapi panggilan tanggung jawab sebagai kader yang telah lama membangun partai dari dalam. Ia menilai, regenerasi kepemimpinan adalah, kunci untuk menjaga eksistensi Golkar di tengah persaingan politik yang semakin kompleks.
Dengan dukungan luas dari sejumlah DPD kabupaten/kota, langkah RBS kini menjadi sorotan di internal partai. Gelombang kuning yang menyertai pengembalian formulirnya bukan sekadar simbol warna, melainkan representasi gerakan baru yang ingin membawa Golkar Maluku kembali menjadi kekuatan politik yang solid dan berpihak pada rakyat.
PatroliNews.id – Berita Terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.















