PatroliNews id, Maluku– Direktur Bina Rencana Pemanfaatan Hutan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Ditjen PHL) Kementerian Kehutanan, C. Hendro Widjanarko, melakukan penanaman pohon di Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini dilaksanakan atas undangan Kepala Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XVI Ambon, dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang diperingati setiap 28 November, sekaligus menguatkan gerakan nasional menanam pohon di bulan Desember.
Dalam keterangannya, Hendro mengatakan bahwa, penanaman pohon, khususnya aren, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan air sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Bapak Presiden, terutama pada poin ketahanan nasional. Penanaman dilakukan bersama masyarakat, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Raja Negeri Waai, jajaran KPH, Jajaran BPHL, kelompok tani hutan, akademisi Universitas Pattimura, serta BUMD.
“Hari ini kita menanam aren bersama masyarakat. Aren ini tanaman yang sangat bermanfaat, nilai ekonominya tinggi dan seluruh bagiannya bisa dimanfaatkan, mulai dari daun, batang, akar, hingga pucuk dan nira,” ujar Hendro.
Ia menjelaskan, selain aren, juga ditanam berbagai tanaman produktif dan tanaman hutan unggulan seperti lengkeng super, durian, rambutan, mangga, serta tanaman endemik Maluku lainnya. Secara keseluruhan terdapat 16 jenis pohon bersertifikat dan bibit unggul yang ditanam dalam kegiatan tersebut.
Menurut Hendro, aren juga memiliki fungsi ekologis yang penting, terutama di wilayah pegunungan.
“Aren mampu mengonservasi air, mencegah longsor karena akarnya dalam dan kuat, sehingga sangat efektif sebagai langkah mitigasi bencana berbasis vegetasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, potensi aren juga mendukung ketahanan energi nasional karena dapat diolah menjadi gula aren, minuman, hingga bioetanol sebagai energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Kehutanan dalam pengembangan energi berbasis hutan.
Dalam kesempatan tersebut, Hendro juga menyoroti potensi wisata alam Maluku. Ia mengaku terkesan, dengan keberadaan belut morea di Waai yang dinilai unik dan berpotensi menjadi daya tarik wisata.
“Ambon dan Maluku punya potensi besar. Saya ke sini sekitar 15 tahun lalu dan kesannya tetap indah, masyarakatnya ramah, makanannya enak. Ini bisa dikembangkan seperti negara lain yang berhasil mengelola wisata alamnya,” katanya.
Ia menekankan, pentingnya kolaborasi pentahelix dalam pemulihan lingkungan.
“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, KPH, BPHL, masyarakat, perguruan tinggi, BUMD, CSO, dan media harus berjalan bersama. Pengelolaan hutan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPHL Wilayah XVI Ambon, Plaghelmo Seran, menjelaskan bahwa, pada Jumat, 12 Desember 2025, BPHL Wilayah XVI Ambon melaksanakan tiga agenda utama. Pertama, penanaman pohon dalam rangka HMPI sekaligus pengembangan agroforestri untuk mendukung Proyek FOLU Net Sink 2030 di KPHL Unit XIII Pulau Ambon dan PP Lease yang dipusatkan di Rumah Pohon Waai.
Agenda kedua adalah pembinaan pegawai BPHL Wilayah XVI Ambon oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Laksmi Wijayanti, yang dilaksanakan secara daring. Ketiga, peninjauan demplot agroforestri KPHL Unit XIV Kota Ambon di kawasan Paralayang, Airlow.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menggalakkan gerakan menanam dan memelihara pohon, meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat, serta menjawab tantangan kerusakan lahan dan perubahan iklim melalui aksi nyata,” kata Plaghelmo.
Ia menyebutkan bahwa, tujuan kegiatan ini adalah memperkuat ketahanan ekologi di areal KPHL Unit XIII Pulau Ambon dan PP Lease, mendukung mitigasi perubahan iklim, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Plaghelmo menambahkan, terdapat tiga prioritas utama dalam pengelolaan hutan yang terus diperkuat, yakni penguatan kelestarian melalui rehabilitasi hutan dan penanaman pohon multipurpose tree species (MPTS), pemberdayaan masyarakat sekitar hutan sebagai aktor utama di tingkat tapak, serta penguatan peran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) melalui sinergi dengan BPHL, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, dan Pemerintah Pusat.
“KPH adalah garda terdepan di lapangan. Ibu Direktur Jenderal PHL memberikan apresiasi atas peran BPHL Wilayah XVI Ambon dan KPH dalam peringatan HMPI, pembinaan perhutanan sosial, pengendalian karhutla, serta penguatan data pengelolaan hutan. Ke depan, sinergi ini akan diperkuat melalui satu peta, satu data, dan satu kolaborasi,” ujarnya.
Kegiatan penanaman pohon dan pengembangan agroforestri di Ambon, menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan pembangunan, pengelolaan hutan yang lestari dengan melibatkan masyarakat diharapkan, mampu menjaga fungsi ekologis hutan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, dan kesejahteraan masyarakat Maluku secara berkelanjutan.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







