PatroliNews.id, Ambon – PT Bank Maluku Malut menutup tahun buku 2025 dengan capaian kinerja yang positif dan berkesinambungan di tengah tekanan industri perbankan nasional. Kondisi tersebut mencerminkan fondasi bisnis yang kuat serta kesiapan bank pembangunan daerah ini untuk melangkah mantap memasuki tahun 2026.
Direktur Utama Bank Maluku Malut, Syahrisal Imbar, kepada media patrolinews,id pada Senin (05/01/2026) di ambon menyampaikan bahwa, sepanjang 2025 perseroan mampu menjaga stabilitas dan kualitas pertumbuhan meskipun sektor perbankan nasional masih dihadapkan pada tantangan penyempitan margin, peningkatan biaya dana, serta koreksi laba di sejumlah bank. Menurutnya, ketahanan tersebut ditopang oleh strategi usaha yang adaptif dan pengelolaan risiko yang disiplin.
Hingga akhir Desember 2025, Bank Maluku Malut mencatatkan total aset sebesar Rp10,586 triliun atau tumbuh 19,63 persen dibandingkan posisi akhir 2024. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga mencapai Rp6,849 triliun, meningkat 18,58 persen secara tahunan, sementara penyaluran kredit tumbuh 10,10 persen menjadi Rp6,067 triliun. Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan operasional tercatat Rp1,190 triliun dan laba mencapai Rp247 miliar, naik 14,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Syahrisal menegaskan bahwa, pertumbuhan tersebut tetap berada dalam koridor kesehatan bank. Hal ini tercermin dari rasio keuangan yang solid, antara lain Capital Adequacy Ratio sebesar 31,71 persen, Return on Assets 2,65 persen, Net Interest Margin 7,80 persen, serta BOPO 75,09 persen. Kualitas aset juga terjaga dengan NPL nett di level 1,20 persen dan porsi dana murah mencapai 51,34 persen.
Di sisi permodalan, Bank Maluku Malut telah memenuhi ketentuan modal inti minimum, serta memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan atas pembentukan Kelompok Usaha Bank dengan Bank Jakarta pada Desember 2025. Sinergi ini dipandang sebagai langkah strategis, untuk memperkuat struktur permodalan, tata kelola, dan daya saing bank ke depan.
Menutup keterangannya, Syahrisal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah di Maluku dan Maluku Utara, regulator, DPRD, nasabah, karyawan, mitra kerja, serta media massa atas dukungan yang berkelanjutan. Memasuki tahun 2026, Bank Maluku Malut optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.















