Patrolinews.id, Ambon- Universitas Pattimura kembali menghadirkan wajah progresifnya melalui penyelenggaraan Pattimura Expo dan Job Fair 2026 pada Senin 20/4 bertempat di pelataran Auditorium Universita Pattimura, sebuah ruang temu yang tidak hanya memamerkan capaian akademik, tetapi juga menjembatani dunia pendidikan dengan realitas industri dan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari peran perguruan tinggi yang kian meluas. Tidak lagi terbatas pada ruang kelas, kampus kini tampil sebagai pusat inovasi yang menghubungkan riset dengan praktik, serta pengetahuan dengan peluang kerja. Rektor Prof. Fredy Leiwakabessy menegaskan bahwa expo ini dirancang sebagai medium strategis untuk memperlihatkan kontribusi universitas dalam pembangunan daerah sekaligus memperkuat jejaring lintas sektor.
Lebih dari sekadar pameran, forum ini menghadirkan ekosistem kolaboratif yang mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia usaha, hingga pelaku UMKM. Keterlibatan berbagai pihak tersebut membuka ruang interaksi langsung antara lulusan dan kebutuhan pasar kerja, sekaligus memperluas peluang penyerapan tenaga kerja di kawasan Maluku.
Tema pengembangan talenta unggul yang diusung dalam kegiatan ini mencerminkan arah besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memegang peran strategis sebagai produsen sumber daya manusia berkualitas melalui implementasi tridarma pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Universitas Pattimura sendiri menempatkan sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan pengelolaan sumber daya lokal sebagai fokus pengembangan. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam memperkuat basis ekonomi daerah yang bertumpu pada potensi kepulauan.
Tidak hanya itu, keterlibatan universitas dalam agenda pembangunan nasional juga terus diperkuat melalui komunikasi dengan berbagai kementerian. Upaya ini diarahkan untuk membuka akses kolaborasi dalam pengembangan komoditas strategis mulai dari kelapa, kakao, kopi hingga sektor peternakan yang berpotensi memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Atmosfer kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran berbagai pemangku kepentingan daerah, yang menunjukkan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan secara parsial. Sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem yang produktif dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, Pattimura Expo dan Job Fair bukan hanya panggung promosi, melainkan ruang strategis yang menegaskan peran kampus sebagai penggerak perubahan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kolaborasi antara ilmu pengetahuan, dunia usaha, dan kebijakan publik menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan Maluku yang lebih inklusif dan berdaya saing.







