PatroliNews.id, Ambon – Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., menegaskan komitmennya membangun sinergi yang kuat dengan insan media sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengawal berbagai agenda pembangunan di Maluku. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura bersama Insan Media Provinsi Maluku yang berlangsung di Cafe Redbrick, Karpan, Ambon, Rabu (1/7/2026), mengusung tema “Sinergitas Kodam XV/Pattimura dan Insan Media, Kolaborasi Kuat Merawat Stabilitas Keamanan demi Kemajuan Maluku.”
Sekitar 50 jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, televisi, dan media daring menghadiri kegiatan tersebut. Bagi Pangdam, silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi menjadi wadah membangun komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan berkelanjutan antara Kodam XV/Pattimura dengan insan pers.
Dalam sambutannya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada seluruh wartawan yang hadir serta menegaskan komitmennya, menggelar forum silaturahmi secara berkala setiap dua bulan sebagai sarana berbagi informasi, memperkuat komunikasi, dan mempererat hubungan kemitraan.
“Saya orang baru di Maluku, belum genap tiga bulan bertugas. Karena itu saya ingin mencari saudara. Saya membutuhkan informasi dari rekan-rekan jurnalis karena tidak ada pemimpin yang sempurna,” ujarnya.
Pangdam mengatakan, semangat “petarung” yang selama ini ia gaungkan, bukan dimaknai sebagai sikap konfrontatif, melainkan keberanian menghadapi persoalan, bekerja keras mencari solusi, menjaga integritas, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Pangdam, media memiliki peran penting sebagai mitra strategis yang mampu menyampaikan informasi sekaligus memberikan masukan terhadap berbagai persoalan di lapangan. Ia menegaskan, tidak alergi terhadap kritik selama disampaikan secara profesional, berdasarkan data, fakta, dan melalui proses konfirmasi.
“Kalau memang anggota saya salah, saya akan tindak. Tetapi saya berharap setiap informasi dikonfirmasi terlebih dahulu. Mari kita bangun pemberitaan yang bertanggung jawab, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Situasi Keamanan Maluku Semakin Kondusif
Pangdam menjelaskan bahwa, kondisi keamanan di Maluku terus menunjukkan perkembangan yang positif. Berbagai potensi konflik sosial yang sebelumnya kerap terjadi perlahan berhasil ditekan melalui sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama dalam mendorong investasi dan mempercepat pembangunan daerah.
Gunung Botak Berhasil Ditata
Pangdam juga memaparkan perkembangan penataan kawasan pertambangan Gunung Botak di Kabupaten Buru yang kini dinilai semakin tertib.
Aktivitas pertambangan mulai berjalan sesuai mekanisme perizinan, tata kelola kawasan diperbaiki, sementara pengamanan dilakukan secara terpadu bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan.
Ia mengaku sejak awal tertantang membuktikan bahwa kawasan tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan.
“Dulu banyak yang mengatakan setelah dibersihkan nanti akan kembali seperti semula. Alhamdulillah sampai hari ini tetap kondusif,” katanya.
Blok Masela Masuki Tahap Akhir, Presiden Dijadwalkan Hadir
Perhatian terbesar dalam pertemuan tersebut tertuju pada perkembangan proyek strategis nasional Blok Masela yang selama hampir 27 tahun menghadapi berbagai kendala.
Menurut Pangdam, seluruh proses penyelesaian lahan kini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah bersama tim terpadu telah menyelesaikan pendataan, verifikasi, hingga penetapan pembayaran ganti tanam tumbuh sebagai persiapan groundbreaking.
Ia mengungkapkan akan berangkat ke Jakarta untuk memaparkan perkembangan terakhir sekaligus mengikuti rapat finalisasi persiapan kunjungan Presiden Republik Indonesia.
Pangdam berharap, Presiden dapat hadir di Maluku pada 16 Juli 2026 untuk melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Blok Masela.
Menurutnya, kehadiran Presiden akan memberikan pesan kuat kepada investor bahwa, Indonesia serius menjaga stabilitas investasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia.
Dorong Pembentukan Satgas Tata Kelola Kelautan Maluku
Selain penataan Gunung Botak dan percepatan Blok Masela, Pangdam XV/Pattimura juga menyoroti perlunya pembenahan tata kelola sektor kelautan di Maluku, agar potensi sumber daya laut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Ia mengungkapkan, telah membentuk tim pencari fakta untuk mengkaji tata niaga hasil perikanan di sejumlah wilayah, termasuk Dobo. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar yang akan disuarakan kepada pemerintah pusat, termasuk Menteri Pertahanan dan Kejaksaan Agung, sebagai usulan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Sumber Daya Alam Kelautan guna membenahi tata kelola sektor perikanan dan kelautan di Maluku.
Menurut Pangdam, sebagaimana pemerintah telah membentuk satgas untuk menata sektor pertambangan dan perkebunan, sektor kelautan juga memerlukan perhatian yang sama agar kekayaan laut Maluku dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kalau tata kelola laut ini bisa dibenahi, saya yakin Maluku akan kembali menjadi daerah yang makmur karena kekuatan sektor perikanannya,” ujarnya.
TNI Siap Mendukung Pembangunan Daerah
Pangdam menegaskan bahwa, TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan melalui berbagai program seperti TMMD, karya bakti, dan pendampingan program strategis nasional.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk terus menjaga optimisme dan memperkuat kolaborasi demi percepatan pembangunan Maluku.
Pangdam Ajak Media Jaga Profesionalisme
Menutup dialog, Pangdam mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam dunia jurnalistik. Ia berharap, setiap informasi yang dipublikasikan telah melalui proses verifikasi dan konfirmasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Buatlah berita yang bertanggung jawab. Kalau ada yang salah silakan diberitakan, tetapi pastikan sudah dikonfirmasi. Gunakan tulisan untuk memberi manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Singgung Sengketa Lahan OSM
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait sengketa lahan OSM, Pangdam menegaskan bahwa, penyelesaiannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Terkait undangan Komisi I DPRD Maluku, ia menjelaskan bahwa, Kodam XV/Pattimura telah menyampaikan surat balasan.
Pangdam juga menegaskan, tidak pernah memerintahkan pengusiran warga dari kawasan OSM melainkan melakukan langkah pengamanan aset negara, serta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan transaksi jual beli terhadap lahan yang masih berstatus sengketa.
Mengakhiri sambutannya, Pangdam berharap silaturahmi yang telah terbangun dapat terus dipelihara, sebagai bagian dari upaya bersama membangun Maluku yang aman, damai, dan sejahtera.
“Setinggi-tingginya manusia adalah ketika ia mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Mari kita terus menjaga komunikasi, memperkuat sinergi, dan bersama-sama membawa Maluku menuju daerah yang aman, maju, dan sejahtera,” tutupnya.
PatroliNews.id – Berita , Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















